Seperti Film, Begini Aksi Penggagalan Penyelundupan Satu Ton Lebih Sabu di Batam

Para tersangka penyelundup sabu seberat 1 ton lebih yang berhasil tertangkap oleh aparat. (Foto: beacukai.go.id)

INFONAWACITA.COM – Penyelundupan narkotika jenis sabu berhasil terungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Bersama Dirjen Bea dan Cukai serta TNI AL di perairan Batam.

Tak tanggung-tanggung, beratnya lebih dari satu ton. Tepatnya 1 ton 37,5 kilogram.

Di sisi lain, pengungkapan itu melalui perjalanan panjang. Berawal pada awal bulan Desember 2017.

Awal Desember 2017

Saat itu, BNN mendapatkan informasi adanya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Pelakunya merupakan jaringan Taiwan. Caranya dengan menggunakan kapal ikan yang diketahui bernama Shun De Man 66. Kapal itu masuk ke Indonesia melalui perairan laut bagian Barat Indonesia alias Samudra Hindia.

Mendapatkan informasi itu, BNN kemudian bekerjasama dengan Satgas 115 untuk melakukan pemantauan terhadap kapal ikan itu. Tepatnya di perairan laut bagian barat Indonesia. Bergandengan dengan Guskamla Armabar TNI Angkatan Laut (AL).

Lalu pada 10 Desember 2017, terpantau bahwa kapal ikan yang membawa narkoba itu posisinya berada di pantai Barat Sumatera yaitu di wilayah Sibolga. Diperkirakan akan sampai di selatan Selat Sunda pada tanggal 14 Desember 2017.

Tapi kemudian, kapal justru menjauh ke arah Selatan. Menuju perairan Australia bagian barat. Mengetahui itu, BNN langsung mengontak dan menginformasikan Australia Federal Police (AFP).

Kemudian pada tanggal 21 Desember 2017, Indonesia mendapatkan informasi bahwa AFP berhasil menangkap kapal MV Volkaista. Dengan barang bukti narkotika jenis methampetamina alias sabu seberat 1,296 Ton. Lokasinya di pantai Hillary’s Marina Australia.

AFP juga mengungkapkan fakta lain. MV Volkaista ternyata telah menerima barang sabu itu dari kapal ikan Shun De Man 66.

Januari 2018

Kemudian pada tanggal 08 Janauri 2018, kapal Shun De Man 66 terpantau posisinya di pantai Jurong, Singapura. Di sana, kapal itu kemudian mengganti namanya menjadi Shun De Chin 14 lalu mematikan sistem AIS di kapal mereka.

Februari 2018

Memasuki Februari 2018, BNN lalu mendapatkan informasi kembali akan adanya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang hendak masuk ke Indonesia. Informasi itu juga menyebutkan, diduga akan dilakukan oleh kapal ikan Shun De Man 66. Aparat kemudian berkoordinasi, melakukan pemantauan terhadap kapal ikan Shun De Man 66 atau Shun De Chin 14 ini.

Lalu tanggal 07 Pebruari 2018, sekitar pukul 14.00 WIB, KRI Sigurot 864, dibawah kendali Guskamlabar TNI AL melakukan patroli laut di perbatasan perairan Indonesia – Singapura. Dalam rangka Operasi Pamtas Indonesia 2018.

Saat itu, aparat dari TNI AL menangkap kapal ikan berbendara Singapura bernama Sunrise Glory. Sebabnya karena kapal itu memasuki wilayah perairan Indonesia. Tepatnya di Selat Philip, di perairan Batam.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap nahkoda kapal Sunrise Glory, aparat menemukan fakta bahwa seluruh dokumen kapal berupa fotocopy dan aslinya ada di Malaysia. Sementara tujuan kapal tersebut untuk kembali ke Taiwan dalam rangka perbaikan kapal.

Dari hasil pemeriksaan dokumen terhadap kapal Sunrise Glory, didapatkan beberapa pelanggaran. Mulai dari tidak adanya sticker barcode, tidak adanya sertifikat kecakapan nahkoda, tidak ada sertifikat kecakapan KKM, tidak ada surat pelunasan pungutan pajak perikanan hingga tidak menyertakan surat atau sertifikat yang asli.

Atas perintah Guskamlabar, KRI Sigurot 864 mengawal kapal Sunrise Glory ke pangkalan di Batam. Tujuannya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kapal ini akhirnya tiba di dermaga Batu Ampar pada pukul 18.30 WIB lalu diserahterimakan kepada Dan Lanal Batam.

Barang bukti sabu seberat lebih dari satu ton yang berhasil terungkap oleh aparat gabungan. (Foto: beacukai.go.id)
Sunrise Glory Kapal yang Dicari

Berdasarkan hasil kordinasi BNN dengan Guskamlabar serta Dan Lanal Batam pada tanggal 09 Februari 2018, BNN bersama dengan Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam melakukan pengecekan terhadap kapal ikan ini. Lalu ditemukan fakta bahwa ciri-ciri kapal ternyata serupa dengan kapal ikan Shun De man 66 alias Shun De Chin 14.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dan Lanal Batam, kapal Sunrise Glory yang merupakan kapal yang selama ini jadi incaran aparat, di geser ke dermaga Lanal Batam. Untuk dilakukan penggeledahan dan melakukan interogasi terhadap 4 ABK dari kapal ini.

Jumat, 09 Februari 2018, sekitar pukul 16.00 WIB, BNN bersama dengan Bea Cukai Pusat dan Batam melakukan penggeledahan kapal tersebut. Dua jam melakukan pemeriksaan, aparat menemukan narkoba jenis sabu sebanyak 41 karung plastik yang berisi 1.019 bungkus plastik. Setelah ditimbang, jarum timbangan menunjukkan angka total yaitu seberat 1 ton 37,5 Kilogram.

Dengan itu semua, para tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman, seperti dikutip dari bnn.go.id, hukuman maksimalnya adalah pidana mati.