Selain Dukungan, 5 Pengamat Ini Punya Harapan kepada Marsekal Hadi Tjahjanto

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (foto: Dispen TNI AU)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bahwa Marsekal TNI Hadi Tjahjanto layak mengisi jabatan Panglima TNI karena memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat.

“(Pertimbangannya) saya meyakini beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional,” kata Presiden Jokowi, di Bandung, Senin (4/12/2017).

Keputusan Presiden Jokowi menunjuk Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI mendapatkan dukungan sejumlah pengamat.

Ini kata mereka terkait dukungan dan harapan kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang disarikan Infonawacita.com dari berbagai sumber:

1. Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie
Connie Rahakundini Bakrie. (foto: Ariady Achmad/Teropong Senayan)

Connie Rahakundini Bakrie menilai penunjukan Marsekal Hadi sebagai calon panglima TNI adalah hal yang tepat karena sejalan dengan visi poros maritim Presiden Jokowi.

Connie mengatakan, poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden Jokowi pada 2014 lalu membutuhkan tentara yang punya visi menghadapi dunia luar. “Saya berharap Pak Hadi punya visi outward looking ke depan,” ujar Connie, dikutip dari bcc.com.

Perkembangan dunia, terutama dunia kemiliteran saat ini juga sangat bergantung dengan kemajuan teknologi. Menurut Connie, penunjukan Marsekal Hadi dari Angkatan Udara dinilai sejalan dengan hal tersebut.

2. Ketua Setara Institute, Hendardi
Hendardi. (foto: infonawacita.com/HG)

Hendardi menilai penunjukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahyanto sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden Jokowi adalah pilihan tepat. Menurutnya, Marsekal Hadi memiliki rekam jejak yang baik dan berprestasi.

Selain akan menopang kebijakan maritim pemerintahan Presiden Jokowi, Hendardi berpendapat bahwa penunjukan Hadi juga mengembangkan tradisi rotasi antarmatra dalam tubuh TNI yang kontributif bagi penguatan soliditas TNI.

3. Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati 
Pengamat Militer dan Intelejen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. (foto: MI/Susanto)

Susaningtyas Kertopati mengatakan, sesuai tahapan pembangunan kekuatan maritim maka sudah selayaknya alutsista AU diprioritaskan. Sebab, menurutnya, kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan landas kontinen.

“TNI AU memberikan jaminan air supremacy dan air superiority agar TNI AL mampu melaksanakan semua operasi di laut, menjaga stabilitas keamanan maritim. Sudah selayaknya Panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim tersebut,” ujar dia,” kata Susaningtyas kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (4/12/2017).

4. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid
Meutya Hafid. (foto: akurat.co)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan tidak ada kekhawatiran akan netralitas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

‎”Seingat saya belum pernah melihat Marsekal Hadi menyampaikan hal-hal politis,” kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (5/12/2017), dikutip dari Tribunnews.

“Itu salah satu poin yang melegakan terkait keputusan penunjukan Marsekal Hadi. Mudah-mudahan juga kedepan enggak ada,” harapnya.

5. Direktur Imparsial Al Araf
Direktur Imparsial Al Araf. (foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/16.)

Direktur Imparsial Al Araf meminta Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima Tentara Nasional Indonesia mendatang bersikap netral pada tahun politik 2018 dan 2019.

“Fokus pada pembangunan kesejahteraan prajurit, modernisasi alutsista, fokus menghadapi ancaman dari luar dan lain sebagainya,” ujarnya, dikutip dari Tempo, Rabu (6/12/2017).

Untuk mengantisipasi manuver-manuver politik Panglima TNI, kata Al Araf, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang harus melakukan pengawasan. “Netral secara politik itu penting, dan DPR harus mengawasi,” tegas Al Araf. (*)