Sejumlah Penerbangan Dari dan Ke Wamena Batal, Ada Apa?

Warga menyambut masuknya pesawat terbang di lapangan terbang Hilariki, Distrik Ubalihi, Yahukimo, Papua pada 8 November 2017. (Foto: dokumentasi Esau Miran).

INFONAWACITA.COM – Dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju sejumlah daerah di Papua, sejumlah pilot pesawat kecil membatalkan penerbangan mereka. Padahal biasanya penerbangan itu sekira 4 kali jadwal penerbangan.

Manajer Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi Arnav Wamena, Rudolf William Somnaikubun di Wamena, Jumat, menyebut berbagai maskapai yang melakukan pembatalan itu. Misalnya MAF, Dimonim, Susi AIR, AMA.

“Beberapa hari ini seperti Dimonim, Susi Air, itu kadang kalau anginnya melebihi dari batas maksimal, mereka tidak melakukan penerbangan. Satu hari biasanya pesawat kecil tiga-empat penerbangan. Tetapi dengan keadaan angin seperti ini, ada yang mengurangi dua ‘flight’ atau tiga saja,” katanya.

Penyebab pembatalan itu, jelasnya, akibat dari kecepatan angin yang naik. Hingga mencapai 40 knot. Dari kecepatan rata-rata yang sering terjadi antara 10 hingga 16 knot.

Pesawat Berbadan Lebar, Bagaimana?

Setiap informasi tentang perubahan cuaca, termasuk kecepatan angin selalu disampaikan oleh petugas ATC (pengawas lalu lintas penerbangan). Kepada pilot dan selanjutnya pilot yang memutuskan apakah melanjutkan penerbangan atau batal.

“Jadi kadang ada pesawat yang ‘delay’ juga menunggu cuaca angin kembali normal,” katanya.

Rudolf memastikan beberapa hari terakhir cuaca di Jayawijaya juga tidak hujan.

“Setiap kita dapat informasi dari ‘weather’ yang ada di Wamena, kita selalu menginformasikan kepada penerbangan-penerbangan yang ada. Ada lewat grup juga, dari meteorologi yang selalu perbaharui data. Jadi selalu dari maskapai penerbangan juga memonitor dari grup,” ungkapnya.

Meski demikian, pungkasnya, kecepatan angin itu tidak mempengaruhi penerbangan pesawat berbadan lebar. Baik yang mendarat dan terbang ke Bandara Wamena.