Sebagian Masyarakat Anggap Fanatisme Agama Jadi Salah Satu Masalah Indonesia

ilustrasi intoleransi (foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Sebanyak 3,6 persen masyarakat Indonesia menganggap peningkatan fanatisme agama sebagai salah satu permasalahan Indonesia saat 20 tahun pascareformasi.

Angka tersebut didapat dari survei Indo Barometer yang digelar 15 hingga 22 April 2018. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan setidaknya ada beberapa masalah yang dianggap penting di Indonesia.

Masalah terbesar ialah perekonomian rakyat 20 persen, disusul dengan masalah sulitnya lapangan pekerjaan 9,3 persen dan KKN 7,8 persen. Menariknya di salah satu pertanyaan terbuka yang dijawab responden 3,6 persen menganggap jika fanatisme agama menjadi salah satu permasalahan di Indonesia.

Intoleransi Ancaman Demokrasi

Peneliti senior LIPI Syamsuddin Haris menyebutkan jika masalah intoleransi memang berdampak cukup signifikan terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab, kata Syamsuddin, toleransi ialah fondasi demokrasi. Saat ini menurutnya tidak dimungkiri jika indeks intoleransi di Indonesia masih menjadi ancaman demokrasi.

“Itu bisa ancam masa depan demokrasi kita, sebab bagaimanapun fondasi demokrasi adalah saling percaya walaupun berbeda latar belakang,” terangnya usai pemaparan hasil survei “Evaluasi 20 Tahun Reformasi” yang digelar di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Tidak menutup kemungkinan, kata Syamsuddin, masalah intoleransi yang baru muncul belakangan ini disebabkan oleh masa Orde Baru yang memproteksi kebebasan beragama. Sehingga perbedaan agama, suku dan etnis disembunyikan di tengah publik.

“Barulah ketika diaktulisasikan muncul konflik dan suasana paling curiga,” jelasnya. (DS/yi)