Saksikan Lautan Sampah, Menteri LHK: Perlu Kampanye Publik untuk Kurangi Sampah Plastik

Sampah di Jalan Tol Brebes Timur. (foto: Arif Arianto/Otoniaga)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berjanji akan mengevaluasi kebersihan saat mudik. Hal ini dilakukan setelah Menteri LHK Siti Nurbaya memantau masih banyaknya sampah plastik di sepanjang jalan tol.

Peninjauan ini dilakukan pada Rabu (13/6/2018) di area tol Jakarta-Cikampek. Pada area-area SPBU, Siti Nurbaya mengapresiasi kebersihan rest area di sekitar tol tersebut. Namun, ketika menyusuri jalan tol sampah-sampah botol air minum dan sisa makanan tampak bertebaran di sisi jalan tol.

Oleh karenanya ke depan menurutnya perlu adanya kampanye untuk mengurangi sampah plastik. “Perlu ada kampanye di ruang publik juga, untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mengurangi sampah plastik,” ujar Siti Nurbaya seperti dikutip dari setkab.go.id pada Kamis (14/6/2018).

Info terkait: Menteri Lingkungan Hidup Minta Pemudik Tak Buang Sampah Sembarangan

Selain itu, dalam kunjungannya, Menteri Siti juga mengingatkan para pengelola area peristirahatan juga perlu memperbaiki instalasi air kotor atau air limbahnya.

“Tahun depan saya akan minta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk memasukkan parameter pengendalian sampah, di tempat-tempat tertentu. Nanti datanya akan diambil KLHK dan akan dianalisis bersama, hal ini tidak bisa hanya di satu spot saja, tapi mungkin akan kita lakukan sampai Surabaya,” imbuhnya.

Surat Edaran 

Info terkait: Berkurangnya Sampah Plastik Dipengaruhi Perilaku Masyarakat

Sebelumnya, Kementerian LHK telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah. Para pemangku jabatan diharapkan dapat melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik.

Mereka juga diimbau untuk menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan. (DS/yi)