Sah! Akhirnya Indonesia Berdaulat atas Tambang Emas di Papua

Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson saat memberikan keterangan pers di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, 28 Agustus 2017. (foto: Kementerian ESDM)

INFONAWACITA.COM – Sudah 51 tahun PT Freeport Indonesia beroperasi di tanah Papua dalam pertambangan emas. Akhirnya, 51 persen saham kepemilikan PT Freeport Indonesia sah dimiliki Indonesia.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu akhirnya legowo untuk menyerahkan 41,64 persen sahamnya kepada Indonesia pada Kamis (12/7/2018). Sebelumnya, puluhan tahun, Indonesia hanya memiliki 9,36 persen saham dari keseluruhan saham Freeport.

Kini saham milik Indonesia atas perusahaan tambang emas itu mencapai total 51 persen. Lewat perusahaan BUMN Inalum, Indonesia akan mengelola 51 persen saham yang dimiliki.

‎”Pada hari ini tanggal 12 Juli 2018, hari kamis baru saja dilakukan HoA antara Inalum dengan Freeport McMoran (FCX) dan Freeport Indonesia, Rio Tinto,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018) seperti dikutip dari liputan6.com.

Angka tersebut memang berdasarkan dari salah satu syarat jika Freeport mau memperpanjang kontraknya di Indonesia. Divestasi 51 persen, pembangunan smelter, kepastian pendapatan negara hingga perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPKOP) menjadi kewajiban Freeport jika masih mau berada di Indonesia.

Pencaplokan 51 persen saham Freeport untuk Indonesia tidaklah mudah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengungkapkan bagaimana 3,5 tahun ini mereka tarik ulur untuk bisa memastikan Indonesia berdaulat atas pertambangan emas tersebut.

“Tiga setengah tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam satu setengah tahun ini. Tapi memang kita kerjain ini diem, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah,” ujar Presiden Jokowi seperti dikutip Kompas.com. (DS/yi)