Risma Ternyata Cicit dari Salah Satu Pendiri NU

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih periode 2016-2021 Tri Rismaharini (kiri) dan Whisnu Sakti Buana (kanan) memberikan keterangan pers terkait persiapan pelantikan mereka di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/2). Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana kembali terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya dan dijadwalkan dilantik pada 17 Februari 2016. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/16

INFONAWACITA.COM – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata masih keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Jejak keturunannya diketahui setelah ia memiliki peninggalan leluhurnya yang bernama Mbah Jayadi, salah satu pendiri NU.

Barang keturunan leluhurnya itu akhirnya diserahkan kepada Museum NU di Jalan Gayungsari, Surabaya pada Senin (8/1/2018). Salah satu barang peninggalan yang diberikan Risma ke museum NU ialah berupa sebuah batu berbentuk telur bernama Ndok Bledhek.

Mbah Jayadi sendiri ternyata merupakan ayah dari kakek Risma yang pernah menjadi menteri pendidikan Mohammad Nuh.

“Mbah Jayadi itu pendiri NU. Beliau dari nasab Bapak saya,” kata Risma saat mengunjungi Museum NU seperti dikutip dari CNNIndonesia.com pada Senin (9/1/2018).

Bahkan, kata Risma, rumah kakeknya yang terletak di kawasan Blauran, Surabaya sering ditempati para santri pengikut resolusi jihad yang digagas KH Wahab Hasbullah. Ia juga menceritakan jika ayahnya juga mengalami masa-masa tersebut.

Menyejahterakan Warga NU

Sebagai keturunan pendiri NU, Risma pun berniat untuk dapat menyejahterakan warga NU dari segi ekonomi. Ia pun berkoordinasi dengan Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri untuk membentuk koperasi dan mengadakan pelatihan bagi Nahdliyin.

“Saya minta tolong Mas Muhibin untuk menyejahterakan warga Nahdliyin. Salah satunya nanti akan dibentuk koperasi-koperasi dan dilakukan pelatihan-pelatihan,” ujar Risma.

Muhibin menyambut pembentukan koperasi itu. Dia mengatakan, dirinya bersama Risma telah sepakat bekerja sama memberdayakan Nahdliyin, terutama dalam mengangkat harkat dan martabat dalam bidang ekonomi.

“Salah satu pemberdayaannya, nanti akan dibentuk koperasi dari warga Nahdliyin untuk warga Nahdliyin. Mungkin nanti ada ritel atau apa lah nanti yang produknya bisa diisi oleh warga sendiri. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut,” ujarnya. (*/DS/yi)