Rendah Kesadaran Imunisasi, Aceh Libatkan Orang Tua Korban Rubella

INFONAWACITA.COM – Aceh adalah provinsi dengan pencapaian target imunisasi terendah di Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif menyatakan akan melibatkan para orang tua yang anaknya terkena virus Rubella untuk mengikuti kampanye imunisasi MR.

Hal tersebut diungkapkan Hanif dalam pertemuan koordinasi lintas kementerian, Rabu, (26/9/2018), di Banda Aceh.

Hanif menjelaskan, keenam orangtua anak dengan cacat bawaan akibat rubella (CRS, congenital rubella syndrome) itu datang dari berbagai daerah di Aceh. Mereka menceritakan bagaimana membesarkan anak dengan CRS dan berharap tidak ada lagi anak yang lahir dengan kecacatan akibat rubella.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, disertai batuk dan pilek, juga mata memerah. Selanjutnya diikuti dengan munculnya ruam kemerahan mulai dari leher dan wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Gejala penyakit Rubella hampir sama dengan campak, akan tetapi jauh lebih ringan.

“Apabila virus rubella ini menyerang ibu hamil, maka efeknya sangat berat. Si Ibu bisa mengalami keguguran ataupun bayi yang dilahirkan bisa mengalami kecacatan,” sebut dr. Hanif seperti dikutip dari keterangan resmi Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

“Imunisasi efektif memberikan kekebalan pada anak dan jika tercapai 95 persen maka akan tercapai kekebalan kelompok (herd immunity). Ini sangat penting Karena penularan campak dan rubella sangat mudah yaitu melalui udara,” tuturnya.

Kecacatan yang timbul ini bisa berupa penyakit jantung bawaan (bocor jantung), kerusakan jaringan otak yang bisa menyebabkan kelumpuhan ataupun retardasi mental, katarak kongenital (terdapat selaput putih di lensa mata), dan gangguan pendengaran atau tuli.

Vaksin MR ini merupakan vaksin yang baru digunakan di Indonesia dan disubsidi oleh pemerintah, yang berarti diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Tujuan imunisasi MR ini adalah meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella secara cepat; memutuskan transmisi (penularan) virus campak dan rubella; menurunkan angka kesakitan akibat penyakit campak dan rubella; serta menurunkan angka kejadian sindrom rubella kongenital atau CRS (Congenital Rubella Syndrome).

Tercatat saat ini target vaksin MR di Provinsi Aceh baru mencapai 76.461 atau hanya 4.94 persen. Sedangkan targetnya kampanye MR di Provinsi Aceh seharusnya sebesar 1.5 juta anak. Selain provinsi Aceh, provinsi lain yang hingga kini realisasi imunisasi masih jauh di bawah target adalah Riau 26.7 persen, Sumatera Barat 27.3 persen dan Nusa Tenggara Barat di 37.4 persen. (DS/zh)