Rencana Pembatalan Penenggelaman Kapal Illegal Fishing, Justru Ini Kata Nelayan

Menteri Susi memimpin langsung penenggelaman 81 kapal di 12 lokasi di Indonesia dari Lapangan 7 Syawal, Morela, Ambon, Maluku, Sabtu (1/4/2017). (Foto: KKP).

INFONAWACITA.COM – Masyarakat akhirnya menanggapi kebijakan mengenai penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Para nelayan justru meminta pemerintah agar tidak membatalkan kebijakan tersebut. Bukan itu saja, masyarakat justru menganggap kebijakan ini efektif. Terutama dalam mengurangi kasus pencuri ikan di perairan Indonesia.

“Saya sebagai nelayan, sangat tidak setuju kalau kebijakan penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia dibatalkan. Karena nelayan sangat diuntungkan dari adanya kebijakan itu,” kata Ibrahim, nelayan dari Kabupaten Halmahera Selatan di Ternate, Rabu (10/01).

Permintaan itu disampaikan mengusul adanya pernyataan dari Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan bahwa mulai 2018 tidak akan ada lagi penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia. Dimana kebijakan itu selama ini ditempuh oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Menurut Ibrahim, dulu ketika belum ada kebijakan penenggelaman kapal ikan asing pencuri ikan, banyak sekali kapal ikan asing. Khususnya dari Filipina, yang mencuri ikan di Maluku Utara.

Tetapi setelah Susi menerapkan kebijakan penggelaman, kapal ikan asing pencuri ikan di perairan Maluku Utara hampir tidak terjadi lagi.

Salah satu kapal Illegal Fishing yang ditenggelamkan oleh Indonesia. (Foto: djpsdkp.kkp.go.id),
Hasil Kebijakan Penenggelaman Kapal Illegal Fishing

Hasil tangkapan nelayan di Maluku Utara, kata Ibrahim, sekarang ini jauh lebih banyak. Jika dibandingkan saat perairan Maluku Utara banyak beroperasi kapal ikan asing.

Ibrahim kembali memaparkan. Dulu dalam semalam hasil yang diperoleh dari menjaring ikan paling banyak 1 ton. Tapi sekarang, bisa mencapai 3 ton. Sebabnya karena yang menangkap ikan hanya nelayan Indonesia saja.

Ibrahim juga mengaku tidak sepakat. Kalau kapal ikan asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia diserahkan kepada nelayan. Hal itu menurutany justru akan merendahkan martabat bangsa Indonesia. Walaupun kenyataannya, masih banyak nelayan Indonesia yang belum memiliki kapal ikan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, seperti dikutip dari Antara, sendiri juga menyebutkan. Dahulu daerahnya rugi ratusan miliar rupiah per tahun. Akibat pencurian ikan yang dilakukan kapal ikan dari negara lain.