Reaktivasi Jalur Rel Rangkasbitung-Saketi-Labuan Harus Lewati Tiga Tahapan Ini

Jalur rel KA non aktif Rangkasbitung-Labuan. foto: irps.co.id

INFONAWACITA.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ada tiga tahapan yang dijalankan untuk mengaktifkan kembali rel kereta api Rangkasbitung-Saketi-Labuan.

Tiga tahapan tersebut, yakni prakonstruksi, konstruksi, dan operasional kereta api.

Hingga saat ini Kemenhub masih menunggu proses analisis dampak lingkungan (amdal) reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Saketi-Labuan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Amdal sendiri merupakan bagian dari prakonstruksi.

Tahapan reaktivasi jalur kereta yang telah lama mati tersebut baru bisa dilanjutkan jika proses amdal telah selesai dilakukan Pemerintah Provinsi Banten.

“Target kami konstruksi akan dimulai pada 2019,” ujar Humas Balai Teknis Perkerataapian Jakarta-Banten kepada Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Samsuri seperti dikutip melalui laman sindonews.com di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Baca Juga: ( Dukung Wisata Danau Toba, KA Lubukpakam-Deliserdang-Pematangsiantar Beroperasi Februari )

Samsuri mengkalim amdal akan keluar pada Februari mendatang.

“Sejauh ini persiapan amdal sudah mendekati. Semoga dalam awal Februari ini bisa keluar. Setelah izin amdal, baru ada langkah selanjutnya,” kata Samsuri.

Kemenhub kata Samsuri telah melakukan sosialisasi kepada warga Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang akan dilalui jalur tersebut.

Sosialisasi dilakukan karena harus ada penertiban pada sepanjang jalur rel kereta api.

“Kami bersama lingkungan hidup sudah melakukan sosialisasi. Jadi, sosialisasi sudah kami lakukan kepada masyarakat, aparat kelurahan, kecamatan, dan kabupaten terkait, yakni Pandeglang dan Lebak,” ucapnya.

Kemenhub juga meminta agar Pemprov Banten memfasilitasi percepatan penertiban izin lingkungan dan penertiban lahan sepanjang jalur kereta api.

Surat Edaran Kementerian Perhubungan

Sebelumnya, seiring dengan proses reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Saketi-Labuan, tahun ini pemerintah akan menertibkan lahan jalur kereta api segmen Rangkasbitung-Pandeglang.

Baca Juga: ( Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang Jadi Kenyataan, Ini Sebabnya )

Hal tersebut terungkap dalam surat edaran Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor: KA 604/I/I PHB 2018 tertanggal 9 Januari 2018.

Dalam surat yang ditandatangani langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tersebut, pemerintah daerah diminta melakukan percepatan penerbitan izin lingkungan dan penertiban lahan sepanjang jalur kereta api.

Dalam surat edaran tersebut tertuang pembebasan lahan diminta dilakukan tahun ini dan tahun 2019 mendatang.

Tahun ini penertiban lahan dilakukan di segmen Rangkasbitung-Pandeglang sepanjang 18,6 kilometer, sedangkan segmen Pandeglang-Labuan sepanjang 36,9 kilometer akan dilakukan tahun depan. (HG)