Ray Rangkuti: Petahana Harus Contoh Ahok dan Risma

INFONAWACITA.COM – Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengungkapkan sangat mungkin bagi calon Kepala Daerah yang juga petahana mengeluarkan uang yang sangat kecil untuk kembali mengikuti Pilkada. Ahok, Risma dan Azwar Annas, kata Ray, sudah membuktikan hal tersebut.

Ray mengutarakan, biaya Pilkada mahal hanya dijadikan alasan oleh para petahana yang maju kembali ke Pilkada dan ketahuan korupsi.

“Jadi sengaja dipelihara oleh mereka dan bahkan sengaja diimajinasikan sedemikian rupa untuk jadi alasan tindak pidana korupsi. Jadi dalih gara-gara sistem,” kata Ray dalam diskusi bertajuk “Awas! APBD Rawan Bancakan Menjelang Pilkada” di Cikini, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Padahal kata Ray, sudah banyak petahana yang nyatanya mengeluarkan biaya yang sangat kecil untuk Pilkada dan bisa terpilih kembali.

Misalnya saja dari segi kampanye, ia mempertanyakan untuk apa sebenarnya seorang petahana mengeluarkan biaya untuk kampanye jika mereka sudah bekerja dengan baik dan dicintai rakyat.

“Biaya kampanye pemain baru, wajar mahal. Tapi petahana tidak masuk akal masih butuh biaya mahal untuk kampanye karena tingkat popularitas sudah 70 sampai 80 persen,” jelas Ray.

Sedangkan untuk biaya saksi, kata Ray, Ahok, Risma dan Azwar Anas sudah membuktikan jika mereka tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk biaya saksi.

“Misal di Jakarta sebelum Ahok didukung Parpol, dan di Jatim Risma bisa gerakkan relawan-relawan tanpa dibayari. Azwar Anas juga di Banyuwangi seperti itu. Jadi jika di level seperti itu dia harusnya bisa kerahkan relawan untuk jadi saksi,” jelas Ray.

Tidak Butuh Mahar

Bahkan kata Ray, pemimpin-pemimpin tersebut bisa membuktikan jika uang mahar bagi parpol tidaklah diperlukan. Karena jelas elektabilitas mereka yang tinggi justru mengundang parpol berduyun-duyun untuk mendeklarasikan mereka sebagai calon kepala daerah kembali.

“Maka, syarat pertama kepala daerah ini berprestasi seperti petahana-petahana ini, jika dia dicintai publik enggak butuh uang mahar segala,” tegasnya. (DS/yi)