Ratu Tisha Destria Bakal Sering Muncul di Media, Ini 5 Bocoran Tentangnya

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria. (Foto: bola.net).

INFONAWACITA.COM – Sepanjang 2018 ini, Indonesia akan hadir di banyak perhelatan sepak bola. Baik di kawasan ASEAN juga dunia. Tercatat pada tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bagi tujuh turnamen AFF. Minus turnamen Piala Suzuki AFF.

Kompetisi AFF yang digelar di Indonesia sepanjang tahun 2018 adalah Piala U-16 Putri AFF, Piala Putri AFF, Piala U-18 AFF, Piala U-15 AFF, Piala Futsal AFF, Piala Futsal Antar-Klub AFF dan Piala Sepak Bola Pantai AFF. Selain kejuaraan AFF, Indonesia pun menempatkan tim nasionalnya di Piala Asia pada tahun 2018 yaitu timnas U-19 dan U-16.

Wajar jika kemudian, salah satu pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini, bakal wara-wiri di berbagai media. Terlebih lagi, Sekjen PSSI ini mau tidak mau menjadi bagian penting dari rentetan perhelatan turnamen sepak bola itu.

Nah, ini 5 hal tentang Ratu Tisha Destria yang patut kamu ketahui. Kenalan lagi, yuk…

1. Kuasai 5 Bahasa

PSSI resmi memiliki Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru bernama Ratu Tisha Destria melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ia mendampingi sang Ketua Umum (Ketum) Edy Rahmayadi untuk periode 2017-2022.

Namanya memang telah disebut-sebut sebagai yang paling layak di antara 29 calon lainnya. Tisha punya kemampuan lima bahasa selain Bahasa Indonesia. Mulai dari bahasa Jepang, Jerman, Inggris, Italia, dan Belanda. Ini tentu saja sesuai dengan kriteria yang diungkapkan oleh sang Ketum dalam mencari Sekjen.

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria. (Foto: bola.net).
2. Jakarta – Bandung dan Sepakbola

Wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 ini menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Dari SD hingga SMA, ia tinggal di Ibukota Jakarta. Ia akrab disapa Tisha.

Saat di SMA 8 Jakarta, selain disibukkan dengan kegiatan akademik, Tisha mulai menggemari dunia sepak bola. Bukan sebagai pemain, tapi justru sebagai manajer dari tim bola sekolahnya. Dari sanalah ia mulai merancang, menyiapkan tim sepak bola sekolahnya.

Hasilnya, tim sekolahnya kerap mengikuti beberapa turnamen dan menjadi juara. Tentu saja ini menjadi salah satu prestasi yang membanggakan. Khususnya bagi sekolah SMA 8 yang citranya selama ini hanya fokus pada segi akademik saja.

Lulus dari sekolah menengah, ia masuk jurusan matematika Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegemarannya pada sepak bola berlanjut di kampus ini.

Tisha lalu bergabung dengan Persatuan Sepak Bola ITB (PS ITB). Ia menjadi bagian tim manajerial tim yang berada langsung di bawah Liga Mahasiswa Jawa Barat dan Persib.

3. Jebolan Matematik Pecinta Sepak Bola

Apa hasilnya jika seorang alumnus Jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB). Sekaligus mencintai sepak bola? Tisha adalah produknya.

Wajar jika kemudian, bersama beberapa rekannya, Tisha juga mendirikan LabBola. Perusahaan yang menawarkan jasa penyediaan data statistik performa tim.

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria. (Foto: Facebook/Ratu Tisha).
4. Bersenggolan dengan Dunia Luar

Sejak di SMA 8, Tisha pernah mengikuti program pertukaran pelajar antar budaya negara AFS di Leipzig, Jerman. Lulus kuliah pada 2008, Tisha kembali bersenggolan dengan dunia luar.

Ia bekerja di perusahaan minyak multinasional. Berpindah-pindah negara antara lain Kairo, Mesir. Lalu ke Houston, Amerika Serikat. Lanjut ke London, Inggris. Berakhir di Beijing, Tiongkok.

Kemampuan dan pengetahuannya makin matang saat ia ikut pendidikan di badan sepakbola dunia, FIFA, pada 2013. Tisha termasuk 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6400 pendaftar dari penjuru dunia.

Tisha mengikuti program Master di FIFA selama satu setengah tahun tahun. Di sini, ia memperoleh beberapa bidang studi di antaranya Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga. Ia berhasil lulus peringkat 7 dari 28 orang.

Selain itu juga, Tisha belajar di tiga universitas lainnya. Mulai dari De Montfort University di Leicester, Inggris. Lalu SDA Bocconi di Milan, Italia. Hingga Universite de Neuchatel di Neuchatel, Swiss.

5. Sentuhan Tisha di Sepak Bola Tanah Air

Pada 2016, saat kompetisi sepakbola Indonesia terbekukan, Tisha bersama PT Gelora Trisula Semesta (GTS), ikut menggelar ajang Indonesia Soccer Championship (ISC). Di ajang tersebut, Tisha juga menjabat sebagai Direktur Kompetisi. Acara Torabika Super Championship 2016 ini terbilang cukup sukses.

Pada awal 2017, Tisha diamanahi posisi Direktur Kompetisi di PT Liga Indonesia Baru. Ini merupakan operator Liga 1, 2, dan U19 pada musim 2017.