Presiden : Utamakan Membela yang Lemah dan Miskin

Foto : okezone.com

INFONAWACITA – Meski tujuan dan makna utama Musabaqah Tilawatil Quran adalah prestasi, namun ada makna yang lebih utama yakni syiar dan dakwah untuk membumikan Al-Quran hingga lebih mudah dipahami dan dilaksanakan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka MTQ di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dia menambahkan, Al Quran harus menjadi nafas, pegangan hidup yang hakiki dan kepribadian kita.

“Saya berharap agar hakikat, makna dan tujuan MTQ kita pegang teguh sehingga Al Quran benar-benar kita resapi, benar-benar kita hayati, dan benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden, Sabtu (30/07/2016).

Presiden berharap MTQ bisa menjadi stimulan untuk meningkatkan kecintaan dan pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Dia juga meyakini ketika kita sedang menggaungkan Al Quran sebenarnya kita tengah mengagungkan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesalehan sosial, nilai-nilai yang mengutamakan pembelaan pada yang lemah, dan mengutamakan pembelaan pada yang miskin. “Bukan nilai-nilai keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden juga menyampaikan sudah saatnya Indonesia menjadi sumber pembelajaran Islam dunia. Dibanding negara-negara lain yang masih mencari formula, Islam di Indonesia ibarat resep obat yang sudah paten yaitu Islam wasathiyyah atau Islam moderat. (TN)