Presiden Minta Pembentukan Holding BUMN Dipercepat

foto: istimewa

INFONAWACITA.COM – Kepala Negara mengharapkan proses pembentukan holding BUMN diselesaikan secara cepat. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya aspek kehati-hatian untuk mengiringi percepatan tersebut.

“Perlu saya garis bawahi, hati-hati untuk kalkulasinya. Cepat, tetapi kalkulasinya harus matang. Jangan asal digabung, jangan asal besar. Arah dan tujuannya memang baik, namun prosesnya haru benar-benar hati-hati,” ungkap Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada ratusan direksi BUMN, dalam acara Executive Leadership Program, ELP, di Jakarta, Rabu (25/1).

Ditambahkannya, kalkulasi itu terkait manajemennya harus seperti apa, supervisinya bagaimana, tata kelolanya bagaimana, serta efisiensinya seperti apa, itu yang harus dihitung dengan cermat.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta masyarakat memiliki peran dalam proses pembentukan holding BUMN tersebut. Proses transparansi harus dilakukan agar semua pihak bisa memberikan masukan demi kebaikan BUMN.

“Jadi harus melibatkan banyak institusi, terbuka, sehingga semua orang bisa memberi masukan yang baik untuk pembenahan BUMN kita. Saya optimis kita bisa menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Presiden dalam kesempatan itu juga memberikan gambaran peluang-peluang bisnis yang saat ini belum dirambah BUMN Indonesia. Misalnya business process outsourcing atau BPO, yang di Filipina per tahun turn over-nya bisa mencapai USD 25 miliar. “Dan yang bisa diangkut ke sana sekitar 130.000 tenaga kerja yang masih muda-muda. Ini bisnis jasa,” terangnya.

Presiden Joko Widodo berpesan agar dalam menjalankan bisnisnya, BUMN lebih berpihak pada orientasi pengembangan UMKM. Sebab, kesenjangan antara kaya dan miskin masihlah lebar. Pemerintah pun berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan tersebut. “Sekali lagi, ini adalah soal keberpihakan. Saya ingin mengingatkan lagi, jangan sampai lupa,” ucapnya.(AR/*)