Presiden Jokowi Terkesan dengan Hubbul Wathon yang Berkumandang di Istana Negara

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Oktober 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku baru pertama kali mendengar mars Nahdlatul Ulama (NU) di Istana Negara. Biasanya, kata Presiden, yang ia dengar pasti selalu Indonesia Raya.

Hal tersebut Presiden ungkapkan saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Pada acara tersebut memang terasa berbeda dengan acara-acara formal yang biasanya diadakan di Istana Negara. Perbedaan tersebut terlihat dari lagu yang dikumandangkan pada pembukaan acara.

Tidak hanya mengumandangkan lagu Indonesia Raya, pada acara tersebut juga dikumandangkan lagu Hubbul Wathon yang merupakan mars NU dan Mars Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadz.

“Baru kali ini saya juga mendengarkan, di istana ya, di istana. Kalau di pondok pesantren sering, tapi di istana baru sore hari ini,” kata Presiden seperti termuat dalam keterangan resmi Kamis (12/7/2018).

Warnai Bangsa Indonesia

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, sejak dimulai oleh Jam”iyatul Quro’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama sampai sekarang, MTQ sudah turut mewarnai wajah umat Islam dan wajah bangsa kita Indonesia.

Menurut Kepala Negara, warna yang telah diberikan oleh MTQ kepada Islam Nusantara sungguh begitu indah, begitu merdu, dan begitu sangat mendamaikan. Karena itu, Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada Jam’iyatul Quro’ Wal Hufadz Nahdlatul Ulama atas keteguhan selama ini dalam menyiarkan, dalam menunjukkan Islam sebagai agama yang Rahmatan lil’ alamin, rahmat bagi alam semesta.

Tampak hadir dalam pembukaan acara tersebut antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua PBNU K.H. Said Aqil Siroj, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama dan Peradaban Prof. Din Syamsudin. (DS/yi)