Presiden Jokowi Tebarkan Inspirasi, Ganti Kebiasaan Malas Berjalan Kaki

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur. (Foto: Biro Setpers).

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa dirinya sangat menikmati blusukannya selama ini. Ia sangat senang saat berjalan kaki ke desa-desa atau tepi pantai di sebuah daerah.

Hal tersebut diungkapkannya dalam akun Facebooknya Presiden Joko Widodo. Membagikan sebuah foto dirinya yang tengah berjalan kaki di pinggir sawah, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya malas berjalan kaki. Data itu ia dapatkan dari sebuah berita.

“Saya membaca sebuah berita bahwa masyarakat kita ini malas berjalan kaki. Jangankan berjalan jauh, agak dekat saja malas. Mau ke mal, cari parkirnya yang paling dekat pintu agar jalannya dekat. Iya kan? Iya, ini fakta,” ungkap Presiden Jokowi seperti dikutip pada Minggu (4/8/2018).

Kepala Negara menuturkan, ia selalu mengusahakan diri untuk terus berjalan kaki. Terutama saat sedang blusukan ke daerah-daerah di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut selain menyehatkan, juga mengasyikan.

“Saya sendiri selalu berusaha untuk selalu berjalan kaki, terutama jika sedang melakukan kunjungan ke daerah, entah masuk ke desa, ke sawah, atau di tepi pantai. Jalan kaki itu menyehatkan. Dan mengasyikkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, sejalan dengan perhelatan pesat olahraga Asian Games 2018, Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai membiasakan diri berjalan kaki.

“Mumpung di negeri kita akan digelar pesta olahraga Asian Games 2018, yang akan dihadiri 16.000 atlet dari 45 negara, disusul Asian Paragames, mari kita kumandangkan: biasakan jalan kaki yang sehat untuk masyarakat,” tandasnya.

Perhelatan Asian Games 2018 yang digelar di DKI Jakarta dan Palembang memang menjadi salah satu cara pemerintah untuk mulai mengganti kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satunya agar biasa menggunakan transportasi umum.

Untuk itu juga maka berbagai fasilitas publik di kedua kota tersebut diutamakan ramah bagi pejalan kaki. Misalnya saja, jalur-jalur pedestarian yang kini sangat luas dan dilengkapi jalur penyandang disabilitas. (DS/zh)