Presiden Jokowi di Papua Nyatakan Bahaya Narkoba, di Jakarta Seorang Artis Tertangkap Polisi

Presiden Jokowi saat berbicara dalam Seminar saat kunjungan kerjanya di Tanah Papua, Jumat (13/4/2018). (Foto: BPMI)
Presiden Jokowi saat berbicara dalam Seminar saat kunjungan kerjanya di Tanah Papua, Jumat (13/4/2018). (Foto: BPMI)

INFONAWACITA.COM – Presiden Jokowi saat di Sorong, Papua, telah menyatakan bahayanya narkoba. Kepala Negara RI menyampaikan itu dihadapan para pelajar SMP dan SMA.

Presiden Jokowi saat itu menghadiri seminar tentang menolak penggunaan narkoba dan setop kekerasan serta pornografi di kalangan pelajar yang dilaksanakan pada hari ketiga kunjungan kerjanya di Tanah Papua, Jumat (13/4/2018).

Seminar yang turut dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Jokowi itu dihelat di Graha Lux ex Oriente, Kecamatan Sorong Barat, Kota Sorong.

“Percuma anak-anak itu pintar, percuma anak-anak pandai, kalau terkena yang namanya narkoba. Tidak ada artinya, menjadi nol. Hati-hati, hindari yang namanya narkoba dan kekerasan, jauhi yang namanya narkoba dan kekerasan,” tutur Presiden Jokowi, seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Artis Riza Shahab ditangkap karena kasus narkoba. (Foto: Dokumen Polda Metro Jaya)
Artis Riza Shahab ditangkap karena kasus narkoba. (Foto: Dokumen Polda Metro Jaya)
Seorang Artis Tertangkap Narkoba

Sementara itu, di Ibu Kota Jakarta, seorang artis tertangkap polisi dengan dugaan penyalahgunaan narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan, artis Riza Shahab ditangkap bersama lima rekannya. Seusai mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

“Mereka ditangkap berenam habis pakai (konsumsi-red) sabu-sabu,” ujar Suwondo, Jumat (13/4/2018).

Riza ditangkap bersama lima rekannya yang bernama Rizka Hijrah Syafitria (27), Rastio Eko Fernando (29), Achmad Reza (27), Santry Napitupulu (31), dan Wedo Satria (23) di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Awalnya kami mendapat informasi kalau tersangka Rizka melakukan penyalahgunaan narkoba di kosnya yang juga berada di kawasan Jakarta Selatan. Namun, waktu polisi menghampiri kos Rizka, yang bersangkutan tidak ada di lokasi,” katanya.

Setelah diselidiki, Rizka berada di apartemen The Wave, Jakarta Selatan, bersama tersangka lainnya.

“Kemudian dilakukan interogasi dan para tersangka mengaku mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di lantai 23,” ujar Suwondo.

Keenam tersangka ditangkap pada Jumat dini hari pukul 01.30. Usai ditangkap, lanjutnya, polisi melakukan tes urine kepada keenam tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan, keenam orang tersebut positif amphetamine dan metamphetamine,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan barang bukti alat hisap sabu atau bong sisa pakai dan satu bungkus korek api.