Presiden Jokowi Ajak Para Da’i Muda Cerdaskan Masyarakat dalam Berpolitik

Presiden Jokowi di acara Halalbihalal dan Silaturahim Nasional dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang dihelat di Sentul International Convention Center (SICC) pada Selasa (10/8/2018) malam. (Foto: BPMI)
Presiden Jokowi di acara Halalbihalal dan Silaturahim Nasional dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang dihelat di Sentul International Convention Center (SICC) pada Selasa (10/8/2018) malam. (Foto: BPMI)

INFONAWACITA.COM – Presiden Jokowi mengingatkan para ulama dan dai muda agar mampu mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik. Ia juga mengimbau para dai itu untuk tidak menyebarkan berita bohong dalam menyambut tahun politik.

Imbauan ini Kepala Negara sampaikan saat menghadiri acara Halalbihalal dan Silaturahim dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center(SICC), Bogor, Jabar, Selasa (11/7/2018) malam.

“Berikan info yang benar kepada masyarakat, tetangga, saudara, teman, tetangga kampung, teman sedaerah. Beri info yang benar, sampaikan fakta, bukti yang ada. Jangan sampai mengabarkan berita bohong, hoaks, terutama di media sosial. Ini harus kita jaga,” pinta Presiden seperti dikutip dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin Rabu (11/7/2018).

Menurut Presiden Jokowi, kewajiban bagi para dai muda juga untuk menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana memilih pemimpin yang benar. Dimana pemimpin yang dpilih, haruslah memiliki track record dan prestasi yang jelas.

“Dalam memilih pemimpin, sampaikan kepada teman, dilihat rekam jejak seperti apa, track record-nya, prestasinya apa, kinerjanya apa. Jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengingatkan, kampanye buruk sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan Rasulullah. Masyarakat, jelas Presiden Jokowi, harus tetap mengedepankan tata krama dan sopan santun dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang mencemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajari Rasulullah,” ucap Presiden Jokowi. (DS/zh)