Presiden: Diplomat Harus Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018. (Foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo saat mebuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI di Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa para diplomat Indonesia harus dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta orang berharap agar para diplomatnya menjadi diplomat yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia,” kata Presiden Jokowi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut Presiden Jokowi, pendekatan baru diplomasi diperlukan untuk mengutamakan kepentingan masyarakat Indonesia.

“Kita perlu diplomasi yang cepat, responsif, dan tanggap. Bukan lagi diplomasi yang membuang uang, tetapi yang menghasilkan uang. Diplomasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Jokowi.

Presiden juga menekankan bahwa diplomasi Indonesia harus dapat membela dan menjaga kedaulatan negara serta berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Tidak Mudah

Namun, Presiden Jokowi pun mengakui bahwa menjadi diplomat pada zaman sekarang tidaklah mudah dan tugas diplomat makin tidak mudah karena banyaknya ketidakpastian yang terjadi di dunia.

“Konflik dan perang banyak terjadi di dunia. Krisis kemanusiaan dan pengungsian juga terus terjadi. Kejahatan lintas negara dan terorisme mengancam semua negara, bukan hanya Indonesia. Persaingan ekonomi yang semakin tajam dan semua negara ingin jadi pemenang. Kecenderungan proteksionis semakin meningkat, baik dalam bentuk hambatan tarif dan non-tarif. Inilah tantangan yang harus kita hadapi. Tantangan bagi diplomat,” tutur Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir diplomasi Indonesia di bidang perdamaiann dan kemanusiaan mendapat penghargaan.

“Presiden Mahmoud Abbas menyebut Indonesia teman sejati Palestina . Presiden Afghanistan menyebut Indonesia sebagai negara sahabat dunia. Indonesia juga diterima baik oleh Iran dan Arab Saudi ketika terjadi perbedaan pandangan diantara mereka,” ucap Jokowi. (ANT/HG)