Presiden dalam Sepekan: Pembangunan Indonesia Timur Jadi Fokus Jokowi

Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Papua. (Foto: ksp)

INFONAWACITA.COM – Dalam sepekan terakhir, agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat padat, mencakup enam provinsi yang harus dikunjungi. Salah satu fokus perhatian Presiden Jokowi adalah pembangunan di Provinsi Papua khususnya, dan Indonesia Timur secara umum.

Awal pekan dibuka dengan kunjungan Presiden di acara Entrepreneurs Wanted, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, ITB, Bandung, Senin (18/12). Dalam kesempatan itu, Presiden menceritakan pengalamannya sebagai wirausahawan yang sukses selama 27 tahun, serta curhat tentang kiprah anak-anaknya yang ternyata tidak mau meneruskan usahanya namun memilih menjadi wirausahawan di bidang yang baru.

Presiden mengajak para milenial untuk berinovasi mencari peluang-peluang usaha dengan cara-cara yang baru dan berbeda. Apalagi menurut data World Bank, saat ini jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekira 3,3 persen. Sedangkan Singapura sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4,5 persen.

Presiden melayani swafoto peserta Entrepreneurs Wanted, di Bandung. (Foto: ksp)

Presiden pun mengapresiasi sejumlah wirausaha muda Tanah Air yang telah sukses memulai usaha dan memiliki brand value bernilai miliaran rupiah. Tak terkecuali putra kandungnya, Gibran Rakabuming Raka yang berhasil mengalahkan brand value usaha miliknya.

“Baru lima tahun brand value pabrik kayu yang saya miliki dengan Martabak yang Gibran miliki lebih besar Gibran 5 kali lipat,” ungkapnya.

Jaga Stabilitas Bahan Pokok

Masih di hari yang sama, Presiden memimpin rapat terbatas menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Kepala Negara menekankan kepada jajarannya untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan serta kelancaran distribusi logistik, yang meliputi pangan, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Tanah Air.

Presiden juga meminta jajaran POLRI, TNI, dan BIN untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban di tempat umum maupun lingkungan sekitar.

Pada hari yang sama Presiden juga menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar 2017 di Jakarta Convention Center. Presiden memberikan apresiasi kepada Partai Golkar atas peran aktif partai berlambang pohon beringin dalam menjaga Pancasila, merawat Bhinneka Tunggal Ika dan menegakkan Undang-Undang Dasar 1945. Juga mengapresiasi dukungan Partai Golkar dalam mensukseskan kebijakan-kebijakan ekonomi dan politik yang dijalan Presiden.

Nostalgia di UGM

Selasa (19/12), Presiden menuju ke Daerah Istimewa Yogyakarta, mengunjungi kembali almamaternya yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam peringatan Dies Natalis ke-68 UGM.

Kembali menjejakkan kaki di Kampus Biru membuatnya teringat kembali kenangan selama 37 tahun silam. Kenangan itulah yang pertama disampaikan di awal kuliah umum yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana UGM, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jokowi mengenakan kaca mata hitam. (Foto: NET).

“Sebagai mahasiswa yang berambut gondrong bercelana cutbrai, bercita-cita menjadi pegawai Perhutani. Ternyata malah menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan.

Ia mengakui, bahwa pendidikan yang diberikan oleh almamaternya itu membuatnya mampu memberikan sumbangan tenaga dan pikiran untuk bangsa seperti sekarang ini. Di UGM Presiden juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mengupayakan untuk membangun ekosistem yang cocok bagi pengembangan kewirausahaan. Sejumlah langkah seperti deregulasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kemudahan berusaha terus dilakukan.

Dari Yogyakarta, pada hari yang sama Presiden menuju ke Jawa Timur, meresmikan salah satu proyek infrastruktur yang ada di Tanah Air. Kali ini jalan tol Surabaya – Mojokerto seksi IB, II, dan III ruas Sepanjang – Krian dengan total panjang 15,47 kilometer.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan alasan pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur yaitu untuk mempersiapkan persaingan antarnegara yang semakin keras dan semakin ketat.

Menuju ke Papua

Rabu (20/12), Presiden Jokowi telah berada di Sorong, Provinsi Papua Barat untuk menyerahkan 2.568 sertifikat. Penyerahan dilaksanakan di Gedung Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong. Di Papua Barat sendiri, tahun ini ditargetkan sebanyak 15 ribu sertifikat diserahkan kepada masyarakat Papua Barat.

Suasana saat Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah di Papua Barat. (Foto: Biro Setpers).

Di Provinsi Papua Barat sendiri diperkirakan terdapat 1.356.581 bidang tanah, namun yang disertifikatkan baru 190.638 bidang atau baru 14 persen.

Setelah menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Sorong, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nabire dengan menggunakan Pesawat CN-295.

Di Nabire, Presiden antara lain meninjau lahan bandar udara baru dan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire dan PLTMG Jayapura di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Agenda pertama adalah peninjauan Poliklinik Spesialis BLU RSUD Nabire. Presiden dalam kesmepatan itu mengatakan Kementerian Kesehatan akan meningkatkan status RSUD Nabire tersebut dari tipe C menjadi tipe B.

Sambutan dan antusiasme masyarakat Nabire saat kendaraan Presiden dan Ibu Negara melintas. (Foto: Biro Setpers).

“Nanti tahun depan disiapkan juga dana dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp 48 miliar lagi untuk menaikkan dari tipe C ke B. Untuk membeli peralatan kesehatan juga ada tambahan Rp 22 miliar dari pemerintah provinsi. Juga melengkapi yang belum, ada tambahan dari pemerintah kabupaten,” ujar Kepala Negara.

Kemudian Presiden menuju ke lahan baru Bandar Udara Douw Aturure. Presiden yakin bandara tersebut akan menjadi bandara besar dan penghubung antar kabupaten karena keberadaan Nabire yang strategis di tengah Provinsi Papua.

Pada kesempatan di Nabire, Presiden Jokowi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan program listrik 35 ribu megawatt di seluruh Tanah Air. Kepala Negara meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW serta Launching 74 desa baru berlistrik Papua dan Papua Barat di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Dengan beroperasinya kedua PLTMG ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan listrik bagi masyarakat yang berada di kedua wilayah tersebut. Selain itu juga diharapkan dapat mendorong masuknya investor.

Presiden juga menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat 3.000 desa yang belum teraliri listrik. “Tapi yang paling banyak 2.000 desa itu di tanah Papua,” ucapnya. Presiden yakin listrik akan menerangi seluruh tanah Papua pada tahun 2019 mendatang.

Hari berikutnya, Kamis (21/12), Presiden meninjau Pelabuhan Nabire. Presiden menyatakan, pengembangan Pelabuhan Nabire akan menjadikan pelabuhan ini sebagai penghubung bagi enam kabupaten di sekitarnya.

Tiba di Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Biro Setpers).

“Kalau itu dikerjakan saya kira akan bertumpu pada Pelabuhan Nabire ini dan akan tersebar ke kabupaten-kabupaten di sekitarnya,” ujar Presiden.

Jumat (22/12), Presiden Jokowi menghadiri peringatan Hari Ibu ke-89 di Lapangan Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara khusus menyapa dan berinteraksi dengan sejumlah Mama-Mama Papua yang hadir serta memeriahkan Peringatan Hari Ibu ke-89.

Presiden dan Ibu Iriana mengunjungi setiap kios dagangan Mama-Mama Papua yang memang sengaja dipamerkan untuk acara tersebut. Bahkan, Presiden dan Ibu Iriana juga membeli sejumlah barang dagangan yang dijajakan Mama-Mama Papua. Mulai dari buah salak, buah pinang, hingga sagu.

Bali Aman

Dari Raja Ampat, masih di hari Jumat, Presiden Jokowi bertolak ke Bali. Sebelum mengikuti agenda kerja, Presiden menyempatkan diri menikmati Pantai Kuta bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Selama menyusuri pantai, Presiden menyapa para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Presiden Jokowi menikmati Pantai Kuta bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja. (Foto: ksp.)

Dalam kesempatan itu Presiden menyatakan Pulau Bali aman untuk dikunjungi. Hal ini terkait dengan erupsi Gunung Agung. Malamnya, masih di Bali, Presiden memimpin rapat terbatas Kabinet Kerja terkait kondisi terkini di Bali.

Akhir pekan, Sabtu (23/12), Presiden bertolak menuju ke Semarang. Di Semarang, Presiden membagikan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang. Yang berbeda dari penyerahan sertifikat kali ini adalah penyerahan sertifikat juga dilakukan serentak di empat provinsi lainnya, yaitu Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara.

Sore harinya, Presiden menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Partai Hanura yang dihelat di Lapangan Pantai Marina, Jln. Pantai Marina Raya, Kota Semarang, sebelum kembali ke Jakarta.(AR/KSP)