Presiden Bagikan 10.100 Sertifikat Tanah di Tangerang Selatan

Presiden Jokowi. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 10.100 sertifikat tanah bagi warga se-Tangerang Raya, di Tangerang Selatan, Rabu (11/10).

Pelaksanaan pembagian sertifikat dilakukan di Lapangan Bola Kampuse, Tangerang Selatan. Sebanyak 10.100 sertifikat itu dibagikan kepada warga di tiga daerah yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Saya titip kalau sudah pegang sertifikat beri plastik dan simpan baik-baik jangan sampai kehujanan dan rusak. Oleh karena itu difotokopi karena ketika hilang sertifikat aslinya ngurusnya bisa pakai fotokopi,” pesan Presiden Jokowi, seperti dilansir dari Antara.

Menurut Jokowi, sebelumnya selama puluhan tahun masalah sengketa tanah terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu sedang dibenahi oleh pemerintah dengan mentargetkan pemberian sertifikat tanah baru sebanyak 5 juta pada 2017, 7 juta pada 2018 dan 9 juta pada 2019.

Presiden juga mengingatkan sertifikat boleh diagunkan untuk mendapatkan modal usaha yang produktif. “Saya tahu kalau sudah jadi sertifikat ini pasti banyak yang ingin menyekolahkan. Saya hafal di mana-mana ya begitu. Tidak apa-apa silakan ini dipakai untuk jaminan silakan,” ujar Presiden.

Kepala Negara meminta agar masyarakat juga berhati-hati dan mengkalkulasi dengan teliti jika ingin menggunakan sertifikat tanah sebagai agunan untuk mendapatkan modal usaha.

“Kalau ingin beli mobil, itu ditabung dari keuntungan. Bulan ini untung Rp 10 juta ditabung, bulan berikutnya untung Rp 15 juta tabung, atau untung Rp 5juta ditabung. Sudah untung Rp 150 juta dapat mobil, beli. Bukan beli dari uang pinjamannya dari bank, hilang itu sertifikat,” jelas Jokowi.

Dalam acara itu Presiden juga menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia. Kepala Negara menyampaikan agar masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politis baik di pemilihan kepala daerah, gubernur maupun presiden.

“Yang namanya pilihan wali kota, pilihan bupati, pilihan gubernur, maupun pilihan presiden itu hanya kontestasi 5 tahun sekali. Jangan korbankan gara-gara pilihan bupati, wali kota, gubernur, atau presiden kita jadi pecah. Tidak. Kita harus berani bilang itu,” tegas Jokowi yang juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang harus dijaga persatuan dan kesatuannya.

Dari total 10.100 sertifikat yang dibagikan, 5.100 milik warga Kota Tangerang Selatan, 3.000 warga Kabupaten Tangerang dan 2.000 masyarakat Kota Tangerang. Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, bidang lahan di Provinsi Banten tercatat sebanyak 3.400.000 bidang.

Sebanyak 1,8 juta bidang lahan di Provinsi Banten sudah bersertifikat. Sementara itu, pemerintah daerah Tangerang bersama BPN akan menerbitkan sertifikat tanah bagi 600 ribu bidang lahan pada 2018.(AR)