Praperadilan Lagi, Setnov Dinilai Repotkan Aparat Penegak Hukum

Setya Novanto (foto: Bisnis Indonesia)

INFONAWACITA.COM – Langkah tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (Setnov) yang kembali mengajukan praperadilan sangat disayangkan oleh mantan pimpinan KPK Bibit Samand Rianto.

Ia menilai langkah tersebut merepotkan aparat penegak hukum mengingat sebelumnya Setnov juga sudah pernah mengajukan praperadilan. Bibit menganggap, kembali majunya Setnov di praperadilan sama saja dengan mempermainkan hukum di Indonesia.

“Ini permainan hukum. Sehingga enggak tahulah, mereka mencari bentuk-bentuk baru hukum yang sudah (ada). Akhirnya kan yang repot penegak hukum. Setiap menersangkakan orang dipraperadilankan,” kata Bibit di Kantor DPP PSI, Jakarta seperti dikutip dari Kumparan.com pada Minggu (19/11).

Dua Kali Praperadilan

Sebelumnya Setnov sendiri sudah mengajukan praperadilan. Ketua DPR RI ini pun sempat berhasil lolos dari jeratan KPK atas dakwaan korupsi KTP-el. Namun, memiliki bukti yang kuat, akhirnya beberapa waktu lalu, KPK pun kembali menetapkan Ketua Umum Golkar ini sebagai tersangka.

Hal ini berarti, sudah kedua kalinya Setnov mengajukan praperadilan. Menurut Bibit, dua kalinya Setnov kembali mengajukan praperadilan sama saja dengan merepotkan aparat penegak hukum.

“Bayangkan kalau Polsek segala macem penuh dengan praperadilan, kasihan penegak hukum. Yang semula KUHAPnya diubah dengan yurisprudensi. Ini permainan hukum,” jelasnya.

Meski demikian, iapun berpesan pada KPK untuk tidak gentar dengan segala celah yang dipakai oleh Setnov untuk dapat melepaskan diri dari jerat KTP-el.

Di pengajuan praperadilan yang kedua kalinya ini, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Kusno telah ditunjuk sebagai hakim tunggal untuk sidang praperadilan Setya Novanto atas status tersangka dugaan korupsi e-KTP. Rencananya sidang perdana akan dimulai pada 30 November 2017.

Saat ini Setnov pun sudah resmi ditahan KPK selama 20 hari untuk pemeriksaan. Setelah sebelumnya, Setnov sempat mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11). Setelah dirawat di RS Pernata Hijau, Setnov pun dipindahkan KPK ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*/DS/yi)