Potensi Masyarakat Kelas Menengah, Menkeu: Penggerak Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan proyeksi kelas menengah di Indonesia

INFONAWACITA.COM – Saat ini, lebih dari 50 juta rakyat Indonesia tergolong kelas menengah atas dan 120 juta penduduk merupakan aspiring middle class (kelas menengah harapan) yakni kelompok yang tidak lagi miskin dan menuju kelas menengah yang lebih mapan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi pagi di Tjikini Lima Selasa (22/1/2019), menjelaskan mengenai proyeksi ekonomi Indonesia khususnya yang berhubungan dengan kelas menengah, termasuk juga potensi dan peluang yang muncul dalam perekonomian Indonesia 2019-2024.

Menurut Menkeu, kelas menengah akan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia, terutama dari sisi permintaan dan gaya hidup.

“Studi kelas menengah sendiri, pada dasarnya berbagai lembaga yang melakukan studi, memunculkan apa yang disebut kelas masyarakat di atas kemiskinan, sebagian masih rapuh dan sebagian sudah establish. Tahun ini mungkin sudah naik mendekati 60 juta dan 2020 diperkirakan 80 juta, ini akan menjadi penggerak ekonomi Indonesia,” jelas Menkeu.

Peran dari teknologi, lanjut Menkeu, mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Bagi kelas menengah gaya hidup adalah hal yang penting, dan ini memunculkan pasar.

“Kelas menengah sangat suka gaya hidup yang experience, mencari makanan yang sehat, minuman yang sehat, ini menimbulkan market. Dengan life style seperti itu membentuk market yang luar biasa, kalau ada demand maka supply merespon,” jelasnya seperti yang diinformasikan dalam Kemenkeu.go.id.

Pemerintah dalam hal ini juga ingin menengah growing dan industri kreatif meningkat. Sebab itu, menurut Menkeu, vokasi itu penting skill itu penting.

Potensi Kelas Menengah

Mantan Menteri Keuangan dan Ekonom UI, Chatib Basri juga turut mengiyakan potensi dari kelas menengah dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.

“Yang mendorong perekonomian itu adalah permintaan. Kelas menengah itu sebagai profesional complainer, Tidak ada yang lebih hebat dari kelas menengah kalau complain. Ini sebetulnya bagus, untuk membuat ibu Sri Mulyani kerja lebih keras. Kelas menengah akan menjadi agent of change karena dia akan memaksa pemerintah untuk bekerja lebih baik lagi,” paparnya.

Chatib juga menjelaskan potensi dari industri kreatif yang sejalan dengan gaya hidup para kelas menengah.

“Dengan berkembangnya kelas menengah industri kreatif itu jadi luar biasa. Dari yang namanya niche ke wants. Jadi, bukan pakaian yang dipakai, tapi harus indah dan menarik. Masa depan industri kreatif ini akan menarik,” tegasnya optimis.

Ia optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurutnya Indonesia bukan negara miskin dan memiliki potensi yang baik, dibandingkan negara-negara yang memiliki karakteristik hampir sama.