Polisi: Rizieq Diduga Lakukan Penyebaran Informasi Bohong

INFONAWACITA.COM – Polda Metro Jaya mendalami kasus yang menyeret Rizieq Sihab. Rizieq diduga melakukan penyebaran infomasi bohong, dengan mengatakan jika dalam logo mata uang Rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) terdapat lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Senin (16/1).

Argo juga mejelaskan, penyidik saat ini tengah melakukan penyelidikan guna melengkapi berkas.

“Kita masih penyelidikan, kan kalau penyelidikan itu belum dilakukan pemanggilan saksi. Kita masih fokus mencari dan mengumpulkan bukti-bukti serta saksi, habis itu baru kita lakukan gelar perkara,”kata Argo.

Sebelumnya, video yang diunggah oleh salah satu akun media sosial Youtube, dimana dalam video tersebut Habib Rizieq melakukan ceramah dengan menyinggung soal uang kertas Rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Rizieq menyebut, bahwa, dalam uang tersebut terdapat lambang ‘palu arit’ yang merupakan lambang partai terlarang di Indonesia.

Sementara itu, pihak Bank Indonesia (BI) langsung memberikan klarifikasi, dan membantah tuduhan Rizieq tersebut. BI menjelaskan jika gambar tersebut merupakan logo baru Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. Gambar tersebut merupakan gambar saling isi atau dikenal dengan istilah Rectoverso yang merupakan bagian dari unsur pengamanan uang rupiah.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, membenarkan pernyataan Bank Indonesia yang membantah pernyataan Rizieq.

“Itu bukan berlambang palu arit. Jadi dua mata sisi itu berbeda. Kalau diterawang, akan terlihat lambang BI. Silahkan dilihat,”kata Kapolda di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (10/1) lalu.

Hingga kini, Kepolisian akan menyelidiki terkait pernyataan Rizieq tersebut apakah sengaja atau tidak, dengan melalui gelar perkara.

“Nanti saksi ahli akan kami periksa. Yang menentukan dari pihak Bank Indonesia,”katanya.

Jika nantinya memang terbukti ada unsur pidana dalam ceramah Rizieq tersebut. Maka, akan dikenakan dengan Undang-Undang penggunaan media elektronik atau ITE.

“Pelaporan ada ya. Nanti kami tuduhkan Pasal 28 ayat 1 UU ITE. Itu ujaran kebencian dan kebohongan. Nanti akan kami lengkapi itu, tentu kan ada gelar perkara,”tutup Kapolda. (GR/HG)