Polisi: Nekad Gelar Aksi 112 Terancam Pidana

netralnews.com

INFONAWACITA.COM – Polisi akan memberlakukan sanksi pidana bagi siapa pun yang tetap melakukan aksi demonstrasi pada 11 Februari (aksi 112). Karena pihak Kepolisian mengindikasikan aksi tersebut akan menganggu ketertiban umum.

“Tidak diijinkan masa akan turun ke jalan pada (11/2) mendatang. Sebab, Polda Metro Jaya, sudah berkoordinasi dengan KPUD DKI, Panwaslu, TNI, dan Plt Gubernur DKI terkait larangan aksi tersebut” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (8/2).

Lebih lanjut Argo mengatakan berdasarkan Pasal 15 UU No. 9 Tahun 1998, sanksi terhadap pelanggaran tata cara di atas adalah pembubaran.

Hal itu dilakukan berdasarkan Pasal 16 UU No. 9 Tahun 1998, pelaku atau peserta pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang melakukan perbuatan melanggar hukum, dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dikenakan jika misalkan terjadi perbuatan melanggar hukum seperti penganiayaan, pengeroyokan, perusakan barang, dan bahkan kematian.

Berdasarkan Pasal 17 UU No. 9 Tahun 1998 Penanggung jawab pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pidana yang berlaku ditambah dengan 1/3 (satu per tiga) dari pidana pokok. Terdapat pemberatan hukuman terhadap penanggungjawab yang melakukan tindak pidana.

“Nanti kalau tetap melakukan kegiatan, kita kenakan pasal 15, kita bisa bubarkan. Kalau masih tetap juga bisa kita kenakan pasal 16 kita bisa memberikan sanksi,”katanya.

Argo pun berharap, jajaran organisasi masyarakat mengimbau kepada masyarakat, agar tidak turun ke jalan dan sama-sama saling berkomunikasi dan berharap pilkada dapat berjalan lancar aman dan damai. (GR/HG)