Polda Metro Jaya akan Periksa Trio Rizieq, Bachtiar, dan Munarman Terkait Kasus Makar

INFONAWACITA.COM – Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memeriksa secara bersamaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Juru Bicara FPI Munarman dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir, 1 Februari mendatang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ketiga orang tersebut akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan perencanaan makar dengan tersangka Sri Bintang Pamungkas. “Agendanya tanggal 1 Februari mendatang, nanti kita lihat berikutnya (kalau ada perubahan),” kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Argo Yuwono, ketiga orang tersebut dimintai keterangan lantaran sempat terlihat menghadiri pertemuan yang digelar tersangka di Kampus Universitas Bung Karno (UBK). Karenanya, kata Argo Yuwono, mereka akan dimintai keterangan untuk mengetahui motif kehadiran mereka dalam pertemuan itu.

“Ada beberapa kegiatan yang harus kita klarifikasi saat pertemuan, nanti siapa saja disitu akan kita lihat. Kemudian, itu atas undangan siapa datang kesitu, materinya apa, kemudian apa yang dibicarakan disitu,” kata Argo Yuwono. (baca: Munarman, Bachtiar Nasir dan Rizieq Shihab Diperiksa Bersamaan )

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan Munarman dan Bachtiar Nasir dan berdasarkan penjadwalan ulang keduanya akan diperiksa bersama Rizieq Shihab 1 Februari mendatang.

Terkait penjadwalan ulang pemeriksaan ini, kata Argo Yuwono, sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik. “Jadi itu pertimbangan penyidik yah untuk dilakukan penundaan dan bukan karena alasan keamanan,” kata Argo Yuwono.

Dalam kasus dugaan perencanaan makar, kepolisian telah menetapkan 8 orang menjadi tersangka yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Hussein, Rachmawati Soekarnoputri, Alvin Indra, Eko dan Sri Bintang Pamungkas. (baca: Polri Tetapkan 7 Tersangka Pemufakatan Makar )

Menurut Kapolri, Jend Pol Tito Karnavian, para tersangka diduga akan menggiring massa aksi GNPF MUI Jilid III atau aksi 212 menduduki DPR RI dan memaksa menggelar Sidang Istimewa untuk melengserkan pemerintah yang sah. (GR/AK)