PMI Mulai Bagikan Masker Antisipasi Hujan Abu Gunung Agung

Relawan membagikan masker kepada warga yang melintas di sekitar Alun-alun Madiun, Jatim, Jumat (14/2). Hujan abu sebagai dampak letusan Gunung Kelud terjadi di sejumlah wilayah, bahkan sampai di luar propinsi. ANTARA FOTO/Siswowidodo/ss/14

INFONAWACITA.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali membagikan masker untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik kepada masyarakat di kawasan Pasar Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem.

“Pembagian masker ini kami lakukan sejak Kamis (23/11) untuk mengantisipasi apabila terjadi letusan freatik Gunung Agung,” kata Humas PMI Provinsi Bali, Taufan Kristanto, di Amlapura, Karangasem, Jumat (24/11).

Sebelumnya, katanya, kegiatan pembagian masker tersebut telah dilakukan di sejumlah kawasan rawan bencana Gunung Agung seperti wilayah Desa Sebudi dan Amertha Buana.

“Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki persediaan masker,” ujar Taufan.

Dalam kegiatan yang juga melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tersebut, PMI Bali membagikan sekitar 3.000 masker kepada pedagang yang ada di Pasar Menanga dan para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Sosialisasi

Selain membagikan masker, para relawan juga menyosialisasikan cara penggunaan masker yang benar sekaligus mengimbau warga untuk selalu menyiapkan masker ketika Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik.

Letusan freatik Gunung Agung pada Selasa (21/11) mengeluarkan asap kelabu hingga setinggi 700 meter dan mengakibatkan hujan abu di sejumlah wilayah terdekat di kawasan Gunung Agung.

Sementara itu, Tim Drone Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menerbangkan drone (pesawat tanpa awak) untuk memantau kondisi terbaru kawah Gunung Agung, di Lapangan Selat, Kabupaten Karangasem.

“Kami melakukan penerbangan drone untuk memperbarui data visual kondisi kawah Gunung Agung sekaligus mendeteksi kadar gas yang dikeluarkan yang dikeluarkan Gunung Agung,” ujar tenaga ahli PVMBG, Umar Rosadi. (ANT/HG)