PKPI: Bawaslu Segera Proses Pengakuan Sandi Soal Mahar

Ilustrasi demonstrasi menolak politik uang. (foto: pinterpolitik.com)
Ilustrasi demonstrasi menolak politik uang. (foto: pinterpolitik.com)

INFONAWACITA.COM – Politisi PKPI Teddy Gusnaidi meminta Bawaslu segera bertindak terkait pernyataan dari Cawapres Sandiaga Uno yang mengakui memberikan Rp500 Miliar masing-masing kepada PKS dan PAN.

Maka kemudian, kata Teddy, kasus Sandi sudah dianggap final untuk dieksekusi ke proses selanjutnya. “Dengan pengakuan @sandiuno ini, maka bukti tambahan bagi bawaslu untuk jadikan temuan, sudah final. Tinggal eksekusi proses selanjutnya,” cuit @TeddyGusnaidi pada Minggu (12/8/2018).

Ia pun berharap Bawaslu RI segera memproses temuan tersebut. “@bawaslu_RI wajib memproses hal ini sebagai temuan dugaan menerima imbalan dalam proses pencalonan,” imbuhnya.

Wasekjen Demokrat Andi Arif pun mengungkapkan bahwa PAN dan PKS telah menerima dana masing-masing Rp500 Miliar dari Sandiaga Uno. Pemberian ini disebut sebagai mahar Sandi untuk memuluskan jalan menjadi Cawapres.

Dibongkarnya kasus tersebut lantaran Demokrat meradang merasa di tipu oleh Gerindra. Sebelumnya, nama-nama anak Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-lah yang seharusnya menjadi Cawapres Prabowo Subianto.

Pihak Bawaslu pun mengaku akan segera menulusuri temuan tersebut. Sebab jika benar maka itu melanggar Pasal 228 Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur, parpol dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun terkait pencalonan presiden/wakil presiden.

Jika terbukti di pengadilan, maka parpol pengusung dilarang mengusung capres dan cawapres pada pemilu periode berikutnya. Bahkan jika sudah ada proses hukum dipengadilan, calon yang bersangkutan bisa dibatalkan pencalonannya.

Sandiaga pun kepada media mengakui jika ia memberikan uang Rp500 Miliar kepada masing-masing partai PAN dan PKS. Meski demikian ia menolak jika dikatakan uang tersebut sebagai uang mahar. Menurutnya uang tersebut sebagai dana kampanye partai. (DS/zh)