Pilkada Dianggap Sukses? Ini Indikator dari Pemerintah

Mendagri Tjahjo Kumolo. (foto: Kemendagri)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan beberapa indikator kesuksesan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Salah satunya independensi birokrasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

“Ada beberapa indikator kesuksesan pilkada serentak, yaitu independensi pemerintah, penyelenggara pemilu, dan birokrasi pemerintahan,” kata Tjahjo di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Tjahjo mengutarakan hal itu dalam rapat gabungan antara pimpinan DPR, pemerintah, penyelenggara pemilu, dan aparat keamanan di kompleks parlemen, Jakarta.

Partisipasi masyarakat

Tak hanya itu saja, Tjahjo juga mengatakan perihal partisipasi masyarakat. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang tinggi disertai tanggung jawab tanpa paksaan sehingga terpilih kepala daerah yang amanah dalam konteks pemilihan yang demokratis.

Dia berharap pelaksanaan Pilkada 2018 yang merupakan tahap ke-3 itu dapat meningkat partisipasi masyarakat. Dalam catatannya, pada Pilkada 2015 tingkat partisipasi masyarakat mencapai 70 persen, sedangkan pada Pilkada 2017 mencapai 74 persen.

“Pilkada sukses kalau tingkat partisipasi meningkat, di tahun 2015 70 persen, lalu 74 persen di Pilkada 2017 sehingga diharapkan menjadi 80 persen di Pilkada 2018,” ujar dia.

Tangkal kampanye hitam

Mendagri Tjahjo mengingatkan bahwa pelaksanaan kampanye pilkada harus mengutamakan adu konsep dan gagasan sehingga tidak muncul praktik kampanye hitam.

Dia juga meminta agar setiap pelaksanaan pilkada tidak dilukai dengan praktik politik uang yang bisa mencederai pelaksanaan pesta demokrasi.

“Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara sudah membuat surat agar tercipta netralitas Aparatur Sipil Negara,” kata dia. (*)