Pihak Prabowo Lantang Bela Ratna Sarumpaet, PDIP Ungkit Kasus Marsinah

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pengunduran diri Azwar Anas dari Cawagub Jawa Timur di Jakarta, Sabtu (6/1). Azwar Anas mundur dalam ajang Pilkada Jawa Timur usai beredarnya isu skandal foto syur yang diduga melibatkan dirinya. (Foto:Pos Kota/Fernando Toga)

INFONAWACITA.COM – Kubu PDIP menantang kubu Prabowo untuk berani dalam mengungkap penuntasan kasus pelanggaran HAM di era Soeharto, selantang mereka mengutuk kasus dugaan kekerasan yang menimpa aktivis HAM Ratna Sarumpaet.

“Pembelaan yang diungkap atas kasus Ratna Sarumpaet oleh tim Prabowo tersebut hanya akan positif apabila mereka juga membela lebih hebat lagi terhadap Kasus Semanggi. Ataupun penculikan aktivis serta pembunuhan Marsinah di era Rejim Soeharto,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya Rabu (3/10/2018).

Beberapa waktu lalu memang viral pemberitaan penganiayaan Ratna Sarumpaet di Bandung, Jawa Barat. Kubu Prabowo pun berspekulasi atas kejadian tersebut. Tak tanggung-tanggung Prabowo juga menduga kasus Ratna Sarumpaet tersebut dilatarbelakangi hal politis sebab wanita 70 tahun tersebut merupakan juru kampanyenya.

Ia juga mengungkit kasus Neno Warisma dan Mardani Ali Siera dan mengkait-kaitkannya dengan kasus Ratna Sarumpaet.

Meski demikian baru-baru ini pihak Kepolisian telah menemukan fakta baru dugaan adanya rekayasa dari isu penganiyaan tersebut. Pasalnya banyak ketidak-cocokan antara pengakuan Ratna Sarumpaet dengan fakta di lapangan yang diperiksa Polisi.

Dinyatakan Polisi, pada tanggal 21 September hingga 24 September 2018, Ratna Sarumpaet justru tengah berada di RS kecantikan yang ada di kawasan Menteng, Jakarta. Bukan di Bandung seperti yang diceritakan oleh pihak Ratna Sarumpaet.