Petani Pandeglang Panen Padi Varietas Tahan WBC

Ilustrasi Panen di Pandeglang. (Foto: litbang kementan)
Ilustrasi Panen di Pandeglang. (Foto: litbang kementan)

INFONAWACITA.COM – Petani yang tergabung ke dalam Poktan Sugih Karya Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang melakukan panen padi varietas Ciherang dan inpari 13 yang tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat (WBC).

Luas sawah yang dipanen adalah 2 hektare dengan tingkat produktifitas mencapai 6 ton/ha. Menurut Ketua Poktan, Sayadi Rahimi harga jual gabah petani sebesar Rp. 4.900 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp. 5.600 untuk gabah kering giling (GKG).

Seperti yang dilansir dari Kementan Sabtu, (30/12), inpari 13 adalah salah satu varietas unggul baru padi yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2010.

Varietas ini tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3, sehingga varietas ini menjadi harapan untuk memperoleh produktivitas tinggi saat WBC banyak menyerang. Varietas ini cocok ditanam pada ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl.

Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang termasuk ke dalam wilayah dengan ketinggian medium, sehingga cocok untuk lokasi pertanaman varietas inpari 13.

Varietas unggulan

Potensi hasil dari varietas Inpari 13 adalah 8 ton/ha, namun rata-rata hasil adalah 6.6 ton/ha, dan tekstur nasi pulen. Meskipun Inpari 13 memiliki karakteristik sulit dirontokkan, namun tidak menjadi kendala bagi petani bila perontokan menggunakan power threser.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten Kementan dalam setiap kesempatan diseminasi selalu berupaya memperkenalkan varietas unggul terbaru kepada petani, khususnya berbagai jenis varietas inpari dengan tujuan untuk meningkatkan produksi petani baik secara kuantitas maupun kualitas. (RA/ZH)