Peserta dan Jurnalis Yang Ikuti Asian Games Tetap Diberlakukan Visa

ilustrasi paspor. (foto: peruri.co.id)

INFONAWACITA.COM – Indonesia akan tetap memberlakukan visa sebagai prosedur masuk wilayah bagi para peserta maupun jurnalis yang mengikuti Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018.

“Kami tetap menerapkan kebijakan selektif dalam penyelenggaraan kegiatan apa pun. Tidak ada kebijakan bebas visa, kartu akreditasi Asian Games tidak otomatis berlaku sebagai visa masuk Indonesia,” kata Kepala Subdirektorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Hongky Juanda di Jakarta, Senin (27/11).

Meskipun Indonesia tetap memberlakukan visa masuk, Hongky mengatakan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM akan mempermudah proses penerbitan visa bagi para peserta maupun jurnalis Asia yang akan mengikuti Asian Games.

“Para jurnalis yang terakreditasi komite Olimpiade di masing-masing negara akan mendapatkan fasilitas bebas biaya penerbitan visa. Tapi, jurnalis yang tidak terakreditasi komite Olimpiade dari negaranya akan tetap dikenakan biaya penerbitan visa,” ujar Hongky.

Hongky menjelaskan masing-masing komite Olimipade di negara Asia akan melaporkan penerbitan visa di kedutaan Indonesia bagi para peserta dan jurnalis Asian Games.

“Jika seseorang masuk dalam Daftar Cegah Tangkal, dia akan kami tolak mendapatkan visa ke Indonesia meskipun namanya sudah terdaftar dalam komite Olimpiade di negara itu,” kata Hongky.

Daftar Cegah Tangkal

Ditjen Imigrasi menetapkan sembilan negara yang masuk dalam Daftar Cegah Tangkal (clearance host) termasuk dua negara Asia yaitu Afghanistan dan Korea Utara.

“Siapa pun yang berasal dari sembilan negara itu harus melewati dua tahapan pemeriksaan, termasuk atlet dan ofisial peserta Asian Games,” kata Hongky tentang tahapan pemeriksaan di Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri.

Hongky menambahkan sembilan negara yang masuk dalam Daftar Cegah Tangkal di Indonesia adalah Afganistan, Guinea, Israel, Korea Utara, Liberia, Niger, Nigeria, dan Somalia. (ANT/HG)