Pesan Menag untuk Rohis SMA/SMK : Perluas Wawasan dan Tebar Manfaat

Aksi robot bumble be transformer saat Menag membuka Rohis Tingkat Nasional ke III di Belitung (Foto : Fkusma)

INFONAWACITA – Tarian tradisional selamat datang khas daerah Belitung dilanjutkan dengan suara kompang beriring shawalat menyambut kedatangan Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama rombongan di Bumi Perkemahan Juru Seberang, Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (06/11/18) seperti dilansir dari kemenag.go.id.

Seribuan siswa SMA/SMK akan memulai gelaran dua tahunan, Perkemahan Rohani Islam Tingkat Nasional III tahun 2018 yang dibuka Menag Lukman Hakim. Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya yang dipandu puluhan siswa SMA/SMK dengan pakaian adat nusantara. Pembukaan Perkemahan Rohis Tingkat Nasional ke III tahun 2018 ditandai dengan pemukulan rebana oleh Menag Lukman, Wakil Gubernur Bangka Belitung, dan Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin.

“Aku memandang engkau berselendang, amatlah manis begitu indah serasi, aku datang dengan riang dan hati lapang, berjumpa Rohis di Bumi Lasakar Pelangi,” kata Menag Lukman Hakim diikuti aplaus seribuan peserta Rohis.

Menag mengajak segenap peserta untuk membalas tiga yel yang diterikan yaitu, Islam dijawab Damai, NKRI dijawab harga mati, dan Rohis dijawab Menebar Manfaat.

Tiga Pesan 

Kepada seribuan peserta Rohis 2018, Menag menyampaikan tiga pesan. Pertama, mengajak senantiasa memperluas dan memperdalam wawasan pengetahuan, tidak hanya di bidang keislaman namun di semua aspek kehidupan.

“Wawasan harus diperluas dan diperdalam agar tidak sempit pikiran, bila pandangan luas maka hati kita pun akan luas. Ada pepatah arab yang mengatakan manusia itu cendrung memusuhi hal yang dia tidak ketahui. Kita mudah sekali memusuhi sesuatu yang tidak dikuasai,” kata Menag.

Ditambahkan Menag, Rohis harus senantiasa memiliki cara pandang yang mengedepankan hal positif dan tidak mudah terjebak pada hal pesimis. Untuk itu, diperlukan wawasan yang luas.

Perintah Tuhan yang pertama kepada Rasulullah adalah membaca. Perintah membaca justru diberikan kepada Nabi yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis). Bahkan, perintah itu ditegaskan sampai tiga kali. “Ini memiliki makna yang luas bahwa wawasan harus betul-betul mendalam dan luas,” ujar Menag.

Kedua, pahami Islam secara esensial dan subtansial. Inti ajaran pokoknya adalah memanusiakan manusia. Islam memiliki akar kata yang sama dengan Assalam yaitu kedamaian. Maka tebarkan selalu kedamaian.

“Ketiga, jadilah penebar maslahah, bukan masalah. Saya merasa perlu menyampikan ini karena dalam pikiran saya dan angan-angan saya, 25 tahun yang akan datang tentu saudara yang akan berdiri di panggung ini, bahkan memimpin negara tercinta ini,” tegas Menag.

Dijelaskan Menag, sebaik manusia adalah yang paling banyak dan besar manfaat yang bisa ditebarkan kepada lingkungan masing-masing. “Sehingga keberadaan kita bisa dirasakan manfaatnya, kita memiliki wawasan yang luas, keterampilan yang baik dan semangat berislam menyebarkan kedamaian,” tandas Menag.

“Perkemahan Rohis ini adalah ajang yang tidak hanya memperbanyak hubungan silaturahim, tetapi juga sekaligus menjadi ajang memperluas pengetahuan,” tutup Menag.

Perkemahan Kerohanian Islam (Rohis) Siswa SMA/SMK Tingkat Nasional III Tahun 2018 merupakan kegiatan Kementerian Agama melalui Direktorat Agama Islam (PAI). Gelaran yang berlangsung 5-10 November di Bumi Laskar Pelangi itu mengusung tema membentuk generasi Islam milenial yang literat dan moderat. Pembukaan Rohis 2018 diakhir dengan penampilan tarian kolosal dan menyanyikan lagu Laskar Pelangi dari seribuan peserta Rohis.