Perjuangan 18 Tahun, STAKN Ambon Resmi Jadi Institut Agama Kristen Negeri

(Foto : positifnews.id)

INFONAWACITA – Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Ambon, Provinsi Maluku kini resmi beralih status menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Transformasi IAKN Ambon diresmikan Menag, Sabtu (27/10/18) seperti dilansir dari kemenag.go.id.

Peresmian ditandai dengan menekan tombol sirine, penandatanganan prasasti, dan pembukaan tirai papan nama. Ikut mendampingi, Rektor IAKN Ambon Agustina Christina Kakiay dan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua.

“Transformasi ini merupakan buah dari upaya panjang dan tidak sebentar dari seluruh civitas akedemika IAKN Ambon. Civitas IAKN telah berhasil mengubah status yang menempuh waktu selama 18 tahun,” kata Menag di hadapan civitas dan mahasiswa di Audiotorium IAKN Ambon.

Menag mengajak civitas dan keluarga besar IAKN untuk membulatkan tekad dalam kiprah dan perjuangan sehingga IAKN Ambon nantinya bisa menjadi universitas negeri.

“Langkah ini harus lebih cepat dari 18 tahun yang lalu. Kalau perlu 10 tahun sejak hari ini dengan mulai mencanangkan universitas. Tidak hanya komitmen tapi juga perencanaan matang dengan memenuhi berbagai persyaratan yang jelas,” ujar Menag.

Tampak hadir mendampingi Menag, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Islam, Kabag TU Pimpinan dan Kakanwil Kemenag Maluku.

Dalam kesempatan tersebut Menag Lukman mengapresiasi symponi orkestra IAKN Ambon yang ditampilkan mahasiswa dan mahasiswi IAKN. Menag berharap symponi orchestra IAKN Ambon dapat tampil di pentas musik internasional.

“Saya banyak menghadiri acara di perguruan tinggi keagamaan di lingkungan Kemenag. Dan baru kali ini saya mendengar lagu yang luar biasa dari orchestra. Saya bisa sangat memaklumi karena saya tengah berada di Ambon City of Music,” kata Menag disambut aplaus ratusan mahasiswa IAKN Ambon siang itu.

Penampilan symponi orchestra IAKN Ambon ditutup dengan membawakan lagu Indonesia Jaya yang dipopulerkan penyanyi dari tanah Maluku Harvey Malaiholo dengan reffren, “Hidup tiada mungkin tanpa penjuangan, tanpa pengorbanan mulia adanya, berpengangan tangan dalam satu cinta, demi masa depan Indonesia Jaya”.