Perintahkan Salat Jumat Hadap Timur, Warga Garut Diperiksa Polisi

INFONAWACITA.COM – Seorang pria warga Dusun Cibodas Rea, Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (27/3) diperiksa tim penyidik Polres Garut setelah mengirimkan surat ke Kepala Desa Tegal Gede yang isinya diduga menistakan agama.

Seperti disampaikan Humas Polda Jabar, yang dikutip dari media Polri Tribratanews.com, pria yang berinisial WS, 51, mengakui dirinya benar menuliskan dan mengirimkan surat ke kepala desa, melalui salah seorang pengikutnya yang berinisial IS. Dalam keterangannya, maksud dan tujuan surat tersebut, kata WS adalah agar masyarakat Indonesia dan internasional mengetahui tujuan untuk mengganti NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) menjadi NII (Negara Islam Indonesia) dan kiblat Salat Jumat bukan ke Barat melainkan ke Timur.

Namun, WS mengaku dirinya beragama Islam tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasul. Yang diakuinya adalah Sen Sen Komara. Selain itu WS juga mengganti pengucapan syahadat diganti menjadi Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Sen sen Komara Rasuulullah. Struktur negara tetap seperti NKRI, namun namanya diganti menjadi NII.

WS menyatakan apa yang dilakukannya berdasarkan keyakinannya yang diajarkan oleh panglima tertingginya bernama Sen Sen Komara. “Bahwa yang benar adalah Negara Islam Indonesia, sedangkan kiblat yang benar itu adalah menghadap Timur karena berdasarkan kiblat Timur Tengah dan menurut ajaran NII,” kata WS.(AR)