Peneliti Ungkap Bahwa Tol Laut Jokowi Dicurangi Oknum Ekspedisi

INFONAWACITA.COM – Program tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata dimanfaatkan oleh oknum ekspedisi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Kecurangan ini diungkapkan oleh Maritim Nusantara Maritim Research Institute.

Direktur Marin Nusantara, Muhammad Makbul Rahmadani mengungkapkannya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Desember 2017. Mabun mengatakan, nyatanya program tol laut tidak mengurangi disparitas harga secara signifikan di wilayah 3T yang dilalui tol laut.

Ia menguraikan, ada dua pulau yang diteliti oleh Marin Nusantara. Mulai dari pulau Papua dan pulau Nusa Tenggara Timur (NTT). Nyatanya, jelas Makbul, disparitas harga di kedua pulau tersebut tidak mencapai 30 persen seperti harapan pemerintah saat meluncurkan program tol laut.

Di lapangan, lanjut Makbul, disparitas harga rata-rata hanya 0 hingga 10 persen. Misalnya saja seperti di Manokwari, nyatanya tidak terjadi penurunan harga beras di wilayah tersebut. Sedangkan harga gula hanya turun dua persen lalu harga semen hanya turun 8 persen.

Tidak optimalnya tol laut dalam menekan disparitas harga di wilayah-wilayah NTT dan Papua, tambah Makbul, disebabkan ulah oknum ekspedisi yang memborong kontainer. Sementara kontainer itu disediakan justru untuk kapal-kapal yang sudah disediakan pemerintah dalam menekan disparitas harga.

“Jadi ada oknum-oknum ekspedisi memborong kontainer secara sepihak terhadap operator kapal. Baik kapal Pelni atau swasta,” jelas Makbul dalam pemaparan hasil risetnya di Kemang, Jakarta pada Selasa (20/2/2018).

Akibatnya, Makbul melanjutkan, seharusnya per kontainer hanya mengeluarkan biaya Rp5 juta hingga Rp6 juta saja. Tapi kemudian, perusahaan ekspedisi ini justru dinilai Makbul telah merampok subsidi negara melalui tol laut. Bentuknya dengan kembali menawarkan kontainer kepada pengusaha dengan harga Rp10 juta hingga Rp11 juta.

“Tapi sebenarnya mereka bisa gunakan kontainer Rp5 sampai Rp6 juta. Maka jika dikalikan 100 kontainer? Itu yang paling menghalangi distribusi yang bisa menekan disparitas harga, memang ekspedisi ini percaloan muatan. Jadi, oknum ekspedisi ini membaca program tol laut Jokowi, dan menemukan lubang untuk mendapatkan keuntungan,” ungkap Makbul.

Putus Monopoli Ekspedisi

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah bisa memutus monopoli perusahaan ekspedisi terhadap kontainer tol laut. Dengan menguatkan program ‘Rumah Kita’ di setiap daerah yang dilalui tol laut. Sehingga para pengusaha tidak lagi mesti menyewa jasa kontainer dari perusahaan ekspedisi yang ternyata justru mengambil subsidi yang sudah diberikan oleh pemerintah. (DS/zh)