Peneliti LIPI: Era Jokowi-Ahok Jakarta Menuju Pembangunan Inklusif

infonawacita.com

INFONAWACITA.COM – Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Henny Warsilah menegaskan pembangunan Kota Jakarta yang sekarang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah pembangunan inklusif, dimana masyarakat ikut dilibatkan dalam pembangunan kota.

Menurut Warsilah, program pembangunan yang dijalankan Ahok  meneruskan program yang pernah dilakukan Joko Widodo saat masih  menjabat Gubernur DKI Jakarta dengan melibatkan masyarakat didalamnya.

“Diberikannya Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar itu artinya apa? Mereka dilibatkan. Selain itu dalam relokasi, kita tahu sudah ada dialog terlebih dahulu sebelum dipindahkan, dikasih surat diajak bicara,” kata Warsilah di Jakarta, Jumat (20/1).

Warsilah mengaku tidak setuju dengan anggapan sejumlah pihak yang menuding Ahok hanya berpihak kepada kelompok masyarakat menegah keatas. Misalnya, kata Warsilah, pembangunan rumah susun (rusun) di beberapa lokasi di Jakarta yang diperuntukkan bagi kaum urban, kelas menegah kebawah.

Menurut Warsilah, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menjadi bukti pemerintah juga memperhatikan kalangan menengah kebawah yang mendominasi Jakarta.

“Jadi ketika ada apartemen mewah, ada dong rusun disekelilingnya. Coba anda main ke Rusun Kemayoran, itukan ada hotel mewah, ada apartemen mewah, tapi juga ada rusun untuk kaum tidak berpunya disitu,” kata Sosiolog yang aktif di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI ini menjelaskan.

Warsilah juga menepis tudingan pembangunan Jakarta hanya berfokus kepada pembangunan fisik. Ia mencontohkan konsep pemukiman yang berdampingan antara kelas mewah dan menengah kebawah yang akan menciptakan pembangunan yang saling terintegrasi satu sama lain.

“Nantinya golongan menengah kebawah akan menciptakan pasar untuk kaum menengah atas. Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan tercipta dan pembangunan manusia akan tercipta,” kata Profesor Peneliti Sosiolog LIPI yang dikukuhkan 2014 lalu.

Sejak dipimpin Joko Widodo dan dilanjutkan Ahok, kata Warsilah, pembangunan Jakarta kearah yang lebih baik dalam penataan tata kota. Dia mengakui penataan dan pembangunan Kota Jakarta tidak cukup dalam 5 tahun dan butuh waktu yang panjang.

“Saya fikir untuk Jakarta dibutuhkan waktu yang panjang, kalau hanya lima tahun tidak cukup, maka penting bagi gubernur kedepannya harus mengikuti dan melanjutkan yang sudah dimulai Pak Jokowi dan Pak Ahok, karena membangun masyarakat Jakarta tidak sepele,” kata Warsilah. (DS/AK)