Penebusan Dosa Mantan Pecandu Narkoba

AKBP Suparti, Rudhy Wedhasmara dan M Afghani saat jumpa pers League of Change (turnamen street soccer) 2017. (Foto: Deny Prastyo/Ngopiae.net)

INFONAWACITA.COM – Pernah menjadi pecandu narkoba, Rudhy Wedhasmara sepertinya paham betul bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Bukan hanya itu, keresahannya atas masih massifnya peredaran narkoba, menjadikan bahan bakar baginya untuk tak sekedar berpangku tangan.

Hasilnya, ia mendirikan sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus melawan narkoba dan menyadarkan para pecandu narkoba yang ada di Kota Surabaya yang dinamakan Orbit.

Rudhy menceritakan, awal pembentukan organisasi itu tidaklah mudah. Stigma negatif sebagai mantan pecandu masih sangat melekat hingga akhirnya organisasi yang dibuatnya sempat hancur. Lalu pada 2006 baru membentuk Orbit, organisasi yang khusus mengurusi pengguna narkoba dan penderita AIDS.

“Orbit pada 2006 aktif setahun setelah itu vakum dan 2010 baru aktif lagi sampai sekarang,” kata suami Hanis Laras Widyaningpuri itu, seperti dikutip dari Antara pada Senin (13/11/2017).

Pembukaan fasilitas Rehabilitasi Narkoba Rumah Sehat Orbit Surabaya (Rumah S.O.S) di Jl Margorejo Indah Utara B No 922 Surabaya Jumat (2172017). (foto: Kabargress.com)

Terjun untuk memberikan pertolongan kepada pecandu narkoba memberikan kepuasan batin Rudhy. Sebagai seorang pecandu, dulu dirinya sering mengajak teman untuk memakai narkoba. Faktor inilah yang membuat pentingnya pencegahan terhadap narkoba.

“Lha makanya inilah pentingnya pencegahan. Supaya apa? Supaya tidak menularkan ke teman-teman yang tidak memakai,” ujarnya.

Pria yang saat ini berprofesi sebagai pengacara ini mengatakan, ketika itu banyak temannya yang hilang dan bahkan meninggal. Kini, akunya, ia sudah bisa mengajak orang untuk berhenti memakai narkoba lebih banyak dibanding dulu saat dirinya mengajak temannya untuk mengonsumsi narkoba.

“Ini adalah penebusan dosa dari saya. Ketika banyak pecandu yang bisa sembuh dan kembali ke keluarganya atau lepas dari masalah hukumnya, itu memberi kepuasan batin kepada saya,” katanya.

Dalam perjalanan Rudhy berhenti memakai narkoba dan bahkan menyadarkan orang, banyak lika-liku yang dia hadapi. Terutama stigma dari keluarga besar yang menganggapnya masih memakai narkoba.

“Walaupun sudah lulus sekolah dan mendapatkan gelar hukum, tapi masih saja ada stigma terutama dari keluarga besar, bahwa dirinya masih menjadi pemakai, padahal sudah berhenti 15 tahun loh,” ceritanya.

Menyelamatkan bangsa dari narkoba, Rudhy mengatakan, adalah persoalan serius di Indonesia. Jutaan anak muda mati sia-sia karenanya. Oleh karena itu, dirinya terus bertekad berjuang dalam melawan narkoba dan menyembuhkan para pecandu narkoba untuk menyelamatkan masa depan bangsa. (ZH)