Penanganan Kasus Korupsi, KPK Belajar ke Negeri Kincir Angin

ilustrasi Kincir Angin. foto: detik.com

INFONAWACITA.COM – Penyelidik, penyidik, jaksa penuntut umum, serta staf bidang penelusuran dan pemulihan aset KPK menerima beasiswa StuNed dari Kerajaan Belanda untuk mengembangkan kemampuan penanganan korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Sebanyak 10 pegawai KPK tersebut akan mengikuti pelatihan di Center for International Legal Cooperation (CILC), Belanda, pada 12-16 Maret 2018.

Sekretaris Jenderal KPK Raden Bimo Gunung Abdul Kadir dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (9/3/2018) berharap materi yang disiapkan oleh para ahli Belanda di bidang penanganan korupsi dapat diserap dengan baik oleh para peserta sehingga hasilnya bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas di KPK mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai tahap eksekusi.

Baca Juga: RUU KUHP Ancam Upaya KPK Berantas Korupsi, Ini Pemaparan ICW

“Para peserta harus dapat menunjukkan manfaat konkret dari pelatihan ini kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” tutur dia.

KPK adalah salah satu institusi penegak hukum penting di Tanah Air, yang ingin terus dikembangkan melalui kerja sama dengan pemerintah Belanda di sektor keamanan dan penegakan hukum.

Investasi

Pelatihan bagi pegawai KPK ini adalah salah satu investasi bagi hubungan baik kedua negara.

“KPK adalah organisasi besar, unik, dan dikenal dunia internasional kata Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Jembatan Bawah Tanah Jalan Perimeter Bandara Soetta, Polisi Lakukan Hal ini

Peter mengingatkan para peserta terpilih bahwa dengan keseriusan mereka mengikuti training ini, maka pekerjaan besar sedang menanti mereka saat kembali ke Tanah Air.

“Pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan output sesuai dengan kebutuhan institusi pengaju. Selain hasil pelatihan yang bentuknya konkret, hasil tersebut juga harus aplikatif untuk mendukung kinerja para peserta,” kata dia. (ANT/HG)