Pemprov Sulut Eskpor Bungil Kopra ke India

Pengendara melintas di dekat tumpukan kelapa untuk dijadikan kopra di Desa Sibedi, Marawola, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (16/3). Akibat turunnya produksi kelapa, harga kopra di tingkat petani naik dari Rp. 3.500 menjadi Rp. 8.500 per kilogram. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ss/Spt/14

INFONAWACITA.COM – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor bungkil kopra ke India menjelang akhir tahun 2017.

“Jelang akhir tahun, permintaan ekspor dari Sulut cukup tinggi apalagi ke India,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara (Sulut) Jenny Karouw di Manado, Rabu (27/12).

Jenny mengatakan bungkil kopra yang diekspor ke India sebanyak dua kali pengiriman karena permintaan cukup tinggi.

Pengiriman pertama sebanyak 6.600 ton dengan sumbangan devisa bagi negara sebesar 1,08 juta dolar AS. Kemudian, pengiriman kedua sebanyak 2.000 ton dengan nilai sebesar 316.000 dolar AS.

Ia menjelaskan India, membutuhkan bungkil kopra dalam jumlah cukup besar karena permintaan masyarakat cukup tinggi.

Dia mengatakan, kebutuhan pasar India akan bungkil kopra cukup banyak dibaca pengekspor daerah dengan mulai melakukan pengiriman komoditas itu menjadi salah satu unggulan Sulut.

India sudah dikenal sebagai pasar potensial bagi komoditas unggulan Sulut, hanya saja untuk bungkil kopra ataupun produk turunan kopra merupakan pasar baru.

“Bungkil kopra yang diekspor ke negara tersebut telah melalui proses pengolahan minyak goreng dilakukan pabrik pengolah di Sulut,” ujarnya.

Diminati Warga India

Ternyata bungkil kopra sangat diminati warga India, kendati banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan produk tersebut.

“Kebanyakan dalam proses pembuatan minyak kelapa, bungkilnya hanya dibuang begitu saja, padahal mampu memberikan nilai cukup besar bagi petani kelapa maupun daerah,” jelasnya.

Disperindag akan terus memfasilitasi petani kelapa dan pengekspor agar terus berinovasi dengan produk turunan kelapa.

India, katanya, sudah menjadi tujuan ekspor Sulut yang potensial, sehingga harus dijaga dengan baik, karena untuk menembus pasar luar negeri sangat sulit. (ANT/HG)