Asyik, Pemkot Surabaya Siapkan Wahana Baru Lihat Suramadu dari Ketinggian

INFONAWACITA.COM –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan wahana wisata baru berupa kereta gantung yang nantinya bisa digunakan masyarakat yang tengah berwisata. Untuk bisa menikmati pemandangan Jembatan Suramadu, Taman Pesisir, Sentra Bulak hingga Jembatan Suroboyo dari ketinggian.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Agus Sonhaji mengatakan, proyek kereta gantung akan dikerjakan mulai bulan April ini. Sehingga pada akhir tahun sudah bisa digunakan.

“Wahana istimewa itu akan mengantarkan turis menikmati sensasi Surabaya di ketinggian. Mengitari Jembatan Suramadu hingga Jembatan Suroboyo,” ujar Agus, seperti yang dilansir dari CNNIndonesia pada Sabtu (7/4/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota, Eri Cahyadi mengatakan, kereta gantung murni dikerjakan pihak ketiga atau pengembang.

“Ini sebagai insiatif mereka untuk menghidupkan kawasan Surabaya Timur lebih hidup,” jelas Eri.

Info Terkait: Gandeng Kemenkominfo Dan Bawaslu, Facebook Beri Tips Cegah Penyebaran Berita Palsu

Bekerjasama dengan Swasta

Keterlibatan pihak swasta yang akan membangun kereta gantung yaitu hanya pada pembangunan awal kereta gantung. Yakni untuk jalur pendek menyeberangi Jembatan Suramadu. Tidak sampai melintas hingga Jembatan Suroboyo.

“Dalam perjanjiannya dengan para pengembang, pihak swasta akan mengelola wisata gantung selama tiga tahun. Setelahnya akan diserahkan pengelolaan sepenuhnya ke Pemkot Surabaya,” tambah Eri.

Jembatan Suramadu adalah jembatan sepanjang 5,4 ribu meter yang melintasi melintasi Selat Madura. Menghubungkan Pulau Jawa di Surabaya dan Pulau Madura di Bangkalan. Tepatnya Timur Kamal.

Jembatan terpanjang di Indonesia itu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang, jembatan penghubung, dan jembatan utama.

Infrastruktur yang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia ini dibangun saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 silam. Lalu diresmikan saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. (RA/zh)