Pemerintah Targetkan Konstruksi Jalan Tol Cisumdawu Seksi I Mulai Awal Tahun Depan

Ilustrasi (Foto: Antara)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 km akan dimulai konstruksinya pada awal tahun 2018.

Kepastian pembangunan jalan tol ini usai pinjaman dari Tiongkok cair. Pinjaman Pemerintah Tiongkok  untuk pembangunan Tol Cisumdawu dilakukan melalui tiga fase.

Fase I dan II untuk konstruksi pada Seksi 2, sementara fase III digunakan untuk mendanai pembangunan di Seksi 1.

Tol Cisumdawu yang memiliki total panjang 61,6 km merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditargetkan rampung seluruhnya pada 2019.

Tol ini akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati serta membantu mengurangi kemacetan di Jalan Cadas Pangeran.

Pembangunannya terbagi menjadi enam seksi. Seksi 1 dan 2 menjadi porsi pemerintah yang pendanaannya menggunakan pinjaman dari Pemerintah China.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi tol tersebut.

Sedangkan untuk seksi 3 hingga 6 dibangun melalui investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol. Investasi BUJT yang dikeluarkan untuk pembangunan tol ini cukup besar yakni sekitar Rp 8,4 triliun.

“Penandatangan ini memang dilakukan dengan sederhana, tapi pekerjaan akan dilakukan dengan cepat namun sesuai standar. Keamanan dan keselamatan harus sangat diperhatikan,” kata Demikian dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto seperti dikutip dari laman pu.go.id di Jakarta, Senin (27/11).

Pembebasan Lahan

Hingga saat ini, pembebasan lahan pada Seksi 1 mencapai 40 persen dan akan bertambah menjadi 60 persen dengan selesainya pembebasan lahan di kawasan IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).

“Seksi I lahannya lebih sulit dibebaskan karena daerah itu sudah masuk kawasan perkotaan,” jelas Arie.

Dalam membangun konstruksi Tol Cisumdawu yang menjadi porsi pemerintah, menurut Arie yang paling menjadi tantangan adalah persimpangan Cileunyi, karena desain dan pekerjaan yang rumit.

“Kami belajar dari pembangunan Simpang Susun Semanggi yang bisa diselesaikan dalam waktu relatif singkat,” ungkap Arie.

Sementara itu progres Seksi 2 Fase I yakni ruas Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 km dengan nilai pinjaman Rp 1,1 triliun dan telah selesai 100 persen.

Sementara Seksi 2 Fase II ruas Ciherang-Sumedang sepanjang 10,7 km sebesar Rp 3,4 triliun dengan progres konstruksi mencapai 21,49 persen.

Pada pengerjaan Seksi 2 Fase II, terdapat konstruksi 2 terowongan di Desa Cilengser dengan panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Progresnya sudah tembus 162 Meter untuk terowongan kiri dan 96 Meter diterowongan kanan.

Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang telah mencapai tahap pengecoran pilar.

Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 fase II yakni September 2019. (HG)