Pemerintah Realisasikan Subsidi Angkutan Udara Kargo di Papua

Ilustrasi (Foto: Jawapos.com)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merealisasikan program subsidi angkutan udara untuk kargo di Provinsi Papua. Ini diterapkan untuk angkutan udara dari Timika menuju Wamena.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah X Papua yang berpusat di Merauke, Usman Effendi, Selasa (21/11) di Timika mengatakan, realisasi subsidi angkutan udara kargo resmi dilaksanakan dengan penerbangan perdana pesawat kargo dengan rute Timika – Wamena berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor: KP. 233 Tahun 2017 tentang rute dan penyelenggaraan angkutan udara perintis kargo dan subsidi angkutan udara kargo serta subsidi angkutan BBM pesawat udara untuk angkutan udara perintis kargo sebagai pelaksanaan program jembatan udara tahun anggaran 2017.

“Program tersebut dalam rangka penyediaan barang-barang yang dibutuhkan oleh warga yang ada di pedalaman sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah itu seperti sembako seperti dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting serta Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan,” papar Usman.

Hal ini, lanjutnya, dilakukan untuk tujuan memperkecil disparitas harga di wilayah pegunungan, perbatasan dengan wilayah perkotaan di pesisir pantai.

“Kalau bisa harganya sama namun jika tidak maka kenaikannya sedikit atau tidak signifikan maksimal 20 persen perbedaanya. Kalau 0 persen malah lebih bagus,” ucapnya lagi.

Program subsidi angkutan udara kargo tersebut merupakan realisasi jembatan udara dan kelanjutan dari program tol laut sebagai konektivitas angkutan dari laut, darat dan udara untuk menyukseskan program Presiden RI Joko Widodo.

Sementara itu, maskapai yang digunakan untuk melaksanakan program tersebut adalah Trigana Air sebagai pemenang tender. Jenis pesawat yang digunakan adalah Boeing 737 seri 300 dengan kapasitas sekali angkut sebanyak 14 ton atau 28 ton per pekan.

“Penerbangan sesuai dengan tender yaitu dua kali dalam satu pekan dan diagendakan 12 penerbangan angkutan kargo hingga akhir 2017 dengan subsidi sebanyak 50 persen,” ujar Usman.

Usman mengatakan penanggung jawab program tersebut di Timika adalah Kepala UPBU Mozes Kilangin Timika. Ia juga mengharapkan agar pemkab setempat ikut berpartisipasi terkait pengawasa permainan harga oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.(AR/ANT)