Pemerintah Pusat Turun Langsung Buat Produksi Padi Bantul Berlimpah Ruah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri). (foto: pertanian.go.id)

INFONAWACITA.COM – Produksi padi di Kabupaten Bantul kini melimpah di pergantian akhir tahun. Sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang turun langsung ke Petani menjadi kunci dari suksesnya pertanian di Bantul.

Seperti dikutip dariĀ Republika.co.id pada Minggu (31/12) Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kabupaten Bantul, Pulung Hariyadi mengatakan, tanam padi September lalu telah menghasilkan panen pada Desember seluas kurang lebih 2.506 hektare dan produktivitasnya 6,76 ton per hektare.

Karenanya, diperoleh hasil 16.940 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 10.170 ton beras, dengan panen Januari diperkirakan seluas 1.510 hektare.

“Kebutuhan di daerah kami dengan jumlah penduduk kurang lebih 937.560 jiwa dengan konsumsi 86,5 kilogram per kapita per tahun, dibutuhkan beras sekitar 6.739 ton per bulan yang artinya kebutuhan beras Bantul tercukupi bahkan surplus sekitar 3.431 ton pada bulan ini,” kata Pulung, Sabtu (30/12).

Menurut Pulung, sinergitas pemerintah daerah bersama pemerintah pusat yang terjun langsung ke lapangan bersama petani menjadi salah satu faktor meningkatnya produksi padi.

Misalnya, pemerintah daerah dan pusat telah membangun dan memperbaiki jaringan irigasi tersier, optimasi lahan, bantuan-bantuan ke petani, pompa air, traktor dan benih berkualitas, subsidi pupuk dan lain-lain.

Dibenarkan Kelompok Tani

Pengurus Kelompok Tani Tanjung Mulyo, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Sumijo juga mengaku bahwa musim ini padinya yang merupakan varietas ciherang menghasilkan 7,8 ton per hektare. Sedangkan, harga gabah di sawah Rp 4.800 per kilogram. “Alhamdulillah, ini hasil padi bagus pak, berkah bagi kami saat tahun baru 2018,” ujar Sumjo.(DS)