Pemerintah Nilai Rehabilitasi Tambak Untuk Meningkatkan Produksi

foto: lampungprov.go.id

INFONAWACITA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dukungan rehabilitasi tambak guna meningkatkan produksi lahan tambak ikan dan udang di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Program rehabilitasi tambak ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Selain itu, Kementerian PUPR juga memberikan dukungan infrastruktur jalan produksi menuju kawasan tambak Muara Gembong untuk memperlancar arus distribusi di sekitar tambak yang akan mulai dikerjakan tahun 2018″ kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip melalui laman pu.go.id di Jakarta, Kamis (2/11).

Kementerian PUPR melalui BBWS Citarum, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) melakukan pekerjaan rehabilitasi tambak Muara Gembong dengan menurunkan 2 unit alat berat jenis ampibius.

Tahun 2017 ini, luas lahan tambak Muara Gembong yang telah dikerjakan seluas 17,2 hektare.

Pengelolaan tambak ikan dan udang ini diserahkan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

Upaya pemanfaatan maksimal lahan tambak tersebut merupakan bentuk sinergitas antar kementerian.

Pengembangan areal tambak Muara Gembong diarahkan pada usaha budi daya perikanan berkelanjutan.

Artinya meski memanfaatkan nilai ekonomi, namun tetap menjaga kualitas lingkungan hidup.

Penggarapan optimalisasi lahan sudah dimulai sejak Maret 2017 dan diharapkan dengan optimalisasi, panen ikan dan udang bisa meningkat.

Secara nasional, pembangunan jaringan tambak dilakukan secara bertahap dengan target periode 2015-2019 seluas 13.160 hektar.

Capaian Selama Tiga Tahun

Capaian selam tiga tahun ini (2015-2017), Kementerian PUPR berhasil membangun sekitar 7.838 hektar.

Selain jalan produksi, juga akan dibangun jembatan sepanjangnya 75 meter dengan anggaran sebesar Rp 15 miliar melalui dana APBN 2018.

Sedangkan jalan produksi dibangun dengan lebar 3 meter dan total panjangnya kurang lebih 1,7 kilometer dengan anggaran sebesar sekitar Rp 6 milyar. (HG)