Pemerintah Kebut Pembangunan Bendungan Lolak

Sebuah alat berat tengah mengerjakan proyek waduk Lolak di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Minggu (5/1). proyek yang menelan anggaran Rp 1,1 triliun itu diharapkan dapat menjadi suplai kebutuhan air di daerah dan juga dimanfaatkan untuk menambah daya listrik disulut. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar/ed/pd/14.

INFONAWACITA.COM – Pemerintah kebut pengerjaan Bendungan Lolak yang terletak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

“Progresnya sudah mencapai 46 persen. Mudah-mudahan bisa kita percepat penyelesaiannya dari rencana 2020 menjadi 2019. Saya lihat kondisinya kondusif semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seperti dikutip melalui laman pu.go.id di Jakarta, Kamis (16/11).

Meski pengerjaannya dilakukan percepatan namun mutu pekerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) diminta tetap dipegang.

“Saya minta safety first dan zero accident. Pengawasan atau supervisi proyek harus teliti dan saya tidak mentoleransi kesalahan,” ungkap Basuki.

Basuki menjelaskan peringatan tersebut bukan bermaksud untuk meragukan kemampuan kontraktor dan konsultannya.

Terjadinya perubahan desain konstruksi bendungan, maka dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp. 821 Miliar dengan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO) dengan kontrak tahun jamak 2017 – 2021.

Perubahan mempengaruhi pada lereng untuk sebagai timbunan dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 ditambah berm pada elevasi 110 dan kemiringan lereng hilir 1:2.25 ada penambahan berm pada elevasi 95.

Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan tentang Sertifikasi Bendungan Lolak telah diterbitkan tanggal 25 Januari 2016.

Kemudian dilanjutkan dengan dikeluarkannya Sertifikat Persetujuan Desain Bendungan Lolak dan Sertifikat Pelaksanaan Konstruksi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Tanggal 28 Januari 2016

Sebagai perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).

Kemampuan Bendungan Lolak

Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektar dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik. Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Dengan adanya Bendungan Lolak ini diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air irigasi terutama pada musim kemarau yang selalu kekeringan dan penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Bendungan Lolak merupakan salah satu dari 13 bendungan baru yang kontrak pembangunannya ditandatangani tahun 2015.

Dalam kurun waktu lima tahun (2015-2019), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 65 bendungan baru yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan (on going) untuk mendukung Nawa Cita mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air. (HG)