Pemerintah Jokowi-JK Akan Segera Realisasikan Harapan Kalimantan Barat

Kementerian Perhubungan menandatangani perjanjian Konsesi dengan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada Rabu (12/7/2018)

INFONAWACITA.COM – Harapan terwujudnya konektivitas di Kalimantan Barat semakin besar. Pemerintah segera merealisasikan pembangunan Terminal Kijing untuk bisa menggerakkan ekonomi provinsi tersebut.

Kementerian Perhubungan sudah menandatangani perjanjian Konsesi dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk Proyek Strategis Nasional tersebut pada Rabu (12/7/2018).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jika Terminal Kijing nantinya akan menjadi harapan baru bagi Kalimantan Barat khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Terwujudnya Mimpi Konektivitas Bangsa di 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

“Harapan kita dengan mendukung ini konektivitas di Indonesia bagian barat semakin baik dan kita tahu Kalimantan Barat dan sekitarnya merupakan titik-titik ekonomi yang sangat maju ditandai dengan Pontianak begitu maju bahkan sekarang relatif over kapasitas,” kata Menhub Budi seperti termuat dalam keterangan resmi Jumat (13/7/2018).

Selama ini kata Menhub, konektivitas logistik di Kalimantan Barat relatif stagnan atau jalan di tempat. Dengan adanya konsesi ini Menhub juga berharap akan tumbuh kegiatan-kegiatan ekonomi di sekitar Kijing.

Peningkatan Kinerja

Menhub melanjutkan, selain Terminal Kijing, Kementerian Perhubungan rencananya juga akan mengerjasamakan pengelolaan sejumlah pelabuhan. Setidaknya ada 20 pelabuhan yang sedang dalam tahap evaluasi oleh Kementerian Keuangan. Menhub menyebut nantinya akan memberi kesempatan Pelindo I, II, III, dan IV untuk mengelola.

“Harapannya pelabuhan ini bisa lebih komersial tetapi pelayanannya lebih baik. Kita minta Pelindo masuk dalam pembangunan proyek pelabuhan yang relatif sudah visible dan harapannya ini bisa memberikan suatu peningkatan kinerja suatu pelabuhan, hari, waktu mereka bongkar muat lebih pendek, service yang lebih baik,” ungkap Menhub. (DS/yi)