Pemerintah Janji Pendidikan akan Selaras dengan Kebutuhan Industri

Puan Maharani. (foto: kompas.com)

INFONAWACITA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan pentingnya menyelaraskan pendidikan dengan industri untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan berkompetensi.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan perusahaan/industri untuk menggandeng sekolah/SMK sebagai upaya mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai yang dibutuhkan,” kata Puan saat meluncukran program vokasi industri di Cilegon, Banten, Senin (5/3/2018)

Puan berharap kerja sama yang terjalin antara perusahaan dengan SMK tidak terbatas di Kota Cilegon saja, tetapi juga diperluas di semua wilayah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Menurut Puan, kemajuan industri yang berdaya saing harus didukung tenaga yang profesional. Untuk itu perlu dilakukan kerja sama sektor industri dengan pendidikan, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut dia, dengan jumlah tenaga kerja yang 63 persen diantaranya hanya lulusan SMP dan rata-rata berpenghasilan serta berdaya saing rendah, pasar tenaga kerja Indonesia juga belum diperkuat dengan sistem pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“SMK di tanah air selama ini masih terkendala dengan muatan kurikulum pendidikan yang kurang adaptif terhadap perkembangan industri, jumlah guru produktif yang masih terbatas, dan peralatan praktik kerja yang tertinggal teknologinya dari perkembangan industri,” ungkap Puan.

Maka Pemerintah melalui Inpres No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK menyusun beberapa agenda yang menjadi perhatian dalam revitalisasi vokasional antara lain meningkatkan kapabilitas lembaga pendidikan vokasi meliputi penguatan kurikulum berbasis kompetensi dan kebutuhan industri, penguatan tenaga pengajar berbasis keahlian dan peralatan praktik.

Termasuk akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK, serta memperluas kerja sama SMK dengan dunia usaha/industri, ujarnya menambahkan.

Sinergi

Puan juga mengajak semua pihak untuk melihat apa saja kebutuhan industri dengan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang dimiliki.

Upaya sinergis semua pihak ini menjadi syarat mutlak yang berkesinambungan untuk memajukan perekenomian dan juga SDM.

“Saat ini Kemendikbud dan Kemenperin telah menginisiasi kerja sama antara SMK dan Industri untuk menciptakan keselarasan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan Industri,” papar Puan.

Ia mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah aktif, seraya mendorong semakin banyak perusahaan terlibat dalam program tersebut untuk melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik. (ANT/HG)