Pemerintah Atur Terkait Kepiting, Hasil dan Efeknya Malah Jadi Begini

Ilustrasi hasil olahan kepiting Jambi. (Foto: tribunjambi.com/Hanif Burhani).

INFONAWACITA.COM – Pengiriman komoditas perikanan jenis kepiting bakau dari provinsi Jambi meningkat sebesar 207 persen selama periode tahun 2017. Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelas I Jambi, Rudi Barmara.

“Peningkatan pengiriman ini seiring dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang penangkapan atau pengeluaran kepiting. Sehingga berdampak signifikan pada kelimpahan hayati kepiting di Jambi,” kata Rudi, Minggu (11/2/2018).

Pengiriman kepiting bakau selama periode tersebut terbagi atas pengiriman domestik dan ekspor dari Jambi. Dengan tujuan Jakarta dan Batam.

Sedangkan untuk ekspor, masih mendominasi tujuan Singapuran dan Malaysia. Melalui pelabuhan Kualatungkal, Tanjungjabung Barat, Jambi.

Rincian Komoditas Kepiting Jambi

Ia juga merinci, pada tahun 2015, nilai pengiriman komoditas kepiting dari Jambi hanya 26.618 ekor. Atau senilai Rp665 juta. Kemudian pada tahun 2016, pengiriman komoditas tersebut meningkat kembali sebanyak 65.637 ekor. Atau senilai Rp1,64 miliar.

Kemudian pada tahun 2017, pengiriman kepiting meningkat signifikan menjadi total 202.025 ekor. Atau senilai Rp5,05 miliar. Terbagi atas pengiriman domestik sebanyak 188.635 ekor. Atau senilai Rp4,71 miliar. Serta ekspor sebanyak 13.390 ekor. Atau senilai Rp374,75 juta.

“Pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah ekspor kepiting dari Jambi. Sehingga dengan adanya ekspor tersebut mengindikasikan, stok hayati kepiting melimpah di alam. Hal ini menunjukan penerapan pengaturan pengelolaan sumber daya alam, khususnya kepiting terbukti positif,” katanya.

Sebelum pengiriman kepiting bakau itu dilakukan, jelas Rudi, selain diambil contohnya untuk diuji laboratorium, petugas juga melakukan pemeriksaan untuk jumlah dan jenisnya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/2016 yang mengatur tentang larangan penangkapan atau pengeluaran kepiting bertelur dan kepiting di bawah ukuran 200 gram.

Dengan demikian bila ukuran dan jenisnya tidak sesuai atau sedang bertelur, maka akan ditahan oleh petugas. Kemudian dilepasliarkan kembali ke habitatnya supaya bisa tumbuh dan berkembang biak.

“Pemeriksaan kepiting sebelum dikirimkan itu bahkan kita lakukan di tempat penampungan saat pengepakan. Untuk pengirimannya, rata-rata adalah empat ekor kepiting untuk satu kilogram. Itu artinya ukurannya sudah sesuai,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.