Pemerintah Akan Tenggelamkan 71 Kapal Pencuri Ikan

Foto : www.jpnn.com

INFONAWACITA – Pemerintah akan menenggelamkan 71 kapal pencuri ikan pada bulan Agustus mendatang. Berbeda dengan sebelumnya, penenggelaman kali ini tidak dengan cara diledakkan tapi dengan dibocorkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan penenggelaman kapal tanpa peledakan dilakukan untuk menyesuaikan dengan iklim investasi untuk menarik investor dari luar negeri.

“Karena sudah efektif, sudahlah, kita sekarang mau menggiatkan investasi, kalau investor disuguhi api, takut sudah,” kata Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (27/7/2016).

Peledakan kapal ikan asing yang proses hukumnya sudah berkekuatan tetap, menurut Susi dilakukan untuk menimbulkan efek jera supaya yang belum terjerat dapat berpikir dua kali untuk mengulangi tindakannya. Susi menganggap tujuan itu sudah tercapai.

Pemerintah tetap berkomitmen bertindak tegas pada kapal-kapal asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia. Hanya saja tindakan tegas itu tidak lagi diikuti dengan publikasi berlebihan.

Penenggelaman kapal tanpa ledakan bertujuan untuk membantu ekosistem laut dengan rumpon. Selain rumpon, kapal-kapal itu rencananya juga akan dikirim ke Manado dan Bali, untuk dijadikan pemanis di lokasi diving site atau wisata selam.

Sebelumnya KKP menargetkan menenggelamkan 71 kapal pencuri ikan dalam peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 pada 17 Agustus 2016. Saat ini, sudah ada 30 unit lebih kapal yang terbukti menangkap ikan secara ilegal dan siap ditenggelamkan. Sedangkan yang sedang dalam proses peradilan ada 30-an kapal. Kapal-kapal tersebut nantinya akan ditenggelamkan serentak di 8 lokasi di wilayah Indonesia.